Nafsu Birahi Bosku

0


CeritaPornoo.com - Saya baru kerja 4 bulan di perusahaan asing di Jakarta bos saya namanya M Richard yang berasala dari USA umurnya 45 tahun dengan waktu yang cepat kami semua karyawan telah kenal dekat dengan Mr. Rich umumnya di panggil semacam itu. 

Hoby kita sama yakni bermain golf perusahaan kami beroperasi di sektor advertising tuturnya teman 
sekantor istri dari sibos cantik tubuhnya seksi seperti bintang Hollywood, karena saya belumlah pernah lihat istri si Bos, cuma meilhat fotonya yang terpampang di ruangannya. 

Meja kantor saya memang saya design dengan nyaman serta saya selipakn photo saya serta istriku Nindy yang datang dari Bandung serta berusia 26 tahun, di meja kerja saya. Pada saat Richard lihat photo itu, dengan spontan dia memberikan pujian pada kecantikan Nindy serta mulai sejak itu juga saya memerhatikan jika Richard sering melirik ke photo itu, jika kebetulan dia hadir ke ruangan kerja saya. 

Satu hari Richard mengundang saya untuk makan malam di tempat tinggalnya, tuturnya untuk mengulas satu project, sekaligus juga untuk lebih kenal istri semasing.

" Dik, kelak malam hadir ke rumah ya, ajak istrimu Nindy juga, sekalipun makan malam " .
" Lho, ada acara apakah bosss ? " , kataku sok akrab.
" Ada project yg mesti dibicarakan, sekalipun agar istri sama-sama kenal begitu " .
" Okelah " , kataku!! 

Sesampainya didalam rumah, undangan itu saya berikan ke Nindy. Pada awalnya Nindy agak enggan juga untuk pergi, karena menurut dia kelak agak sulit untuk berkomunikasi dalam bhs Inggris dengan mereka. Akan tapi sesudah kuyakinkan jika Richard serta Istrinya begitu lancar berbahasa Indonesia, pada akhirnya Nindy ingin juga pergi. 

" Ada apakah sich Mas, kok mereka ngadain dinner semua ? " .
" Tau, tuturnya sich, ada project apakah.., yang ingin didiskusikan " .
" Ooo.., begitu ya”, sekalian tersenyum. Lihat dia tersenyum saya selekasnya mencubit pipinya dengan gemas . 

Jika lihat Nindy, tetap gairahku muncul, soalnya dia itu seksi sekali. Rambutnya terurai panjang, dia tetap senam so.., miliki badan baik, serta ukurannya itu 34B yang padat kencang. 

Jam 19.30 kami telah ada di apartemen Richard yang terdapat di daerah Jl. Gatot Subroto. Aku 
kenakan baju batik, sesaat Nindy menggunakan stelan rok serta baju sutera. Rambutnya dibiarkan 
tergerai tanpa hiasan apa pun. 

Sesampai di Apertemen no.1009, saya selekasnya mendesak bel yang ada di muka pintu. Demikian pintu terbuka, tampak seseorang wanita bule berusia kira-kiar 32 tahun, yang begitu cantik, dengan tinggi tengah serta berbadan langsing, yang dengan nada medok menyapa kami. 

Oh Diko serta Nindy yah?, silahkan.., masuk.., silahkan duduk ya!, saya Lillian istrinya Richard”. 

Nyatanya Lillian badannya begitu bagus, tinggi langsing, rambut panjang, serta lebih manis dibanding dengan fotonya di ruangan kerja Richard. Dengan agak tergagap, saya menyapanya. 

Hallo Mam.., kenalin, ini Nindy istriku”. 

Sesudah Nindy berteman dengan Lillian, ia dibawa untuk masuk ke dapur untuk mempersiapkan makan malam, sesaat Richard mengajakku ke teras balkon apartemennya. 

" Gini lho Dik.., bulan kedepan akan ada project untuk kerjakan iklan.., ini.., ini.., dll. Berani tidak kamu ngerjakan iklan itu " . 


"Mengapa tidak, rasa-rasanya peralatan kita cukuplah komplet, team kerja di kantor semua tenaga terbiasa, ngeliat saatnya juga cukuplah. Berani!" . 


Saya excited sekali, baru kali itu diserahi pekerjaan untuk mengkordinir pembuatan iklan taraf besar. 
Senyum Richard selekasnya mengembang, lalu ia berdiri merapat ke sebelahku. 

" Eh Dik.., bagaimana Lillian menurut penilaian kamu?" , sekalian bisik-bisik.
" Ya.., sangat cantik, seperti bintang film " , kataku dengan polos.
" Seksi tidak? " .
" Lha.., ya.., jelas dong" .
" Umpama.., ini umpama saja loo.., jika kelak saya pinjem istrimu serta saya pinjemin Lillian untuk kamu bagaimana?”. 


Mendenger keinginan semacam itu selalu jelas saya begitu kaget serta bingung, perasanku begitu shock dan tergoncang. Rasa-rasanya kok aneh sekali begitu. 

Sekalian masih tetap tersenyum-senyum, Richard meneruskan, " Tidak ada paksaan kok, saya jamin Nindy dan Lillian tentu senang, soalnya kelak.., telah deh intinya jika kau sepakat.., setelah itu berikan pada saya.., aman kok! " . 

Memikirkan tampang serta tubuh Lillian saya jadi terangsang juga. Pikirku kapan lagi saya bisa 
menunggangi kuda putih? Paling-paling sampai kini cuma dapat memikirkan saja ketika melihat blue 
film. 

Tetapi dilain pihak jika memikirkan Nindy dikerjain si bule ini, yang tentu miliki senjata yang besar, rasa-rasanya kok tidak tega juga. Tetapi sebelum saya dapat memastikan sikap, Richard sudah meneruskan dengan pertanyaan lagi, “ Ngomong-ngomong Nindy sukanya jika making love style-nya bagaimana sich? ”. 


Tanpa saya sudah sempat berfikir lagi, mulutku telah ngomong duluan, “Dia tidak senang model yang aneh-aneh, maklum gadis pingitan serta pemalu, tetapi jika vaginanya dijilatin, karena itu dia akan sangat terangsang! ”. 


" Wow.., saya malah pengin sekali mencium serta menjilati sisi vagina, ada berbau ciri khas wanita terpancar dari sana.., itu membuat saya begitu terangsang! ", kata Richard. 

" Jika Lillian begitu senang main diatas, doggy model serta yang pasti senang blow-job " lanjutnya !!! 


Dengar itu saya jadi bernafsu juga, belum-belum telah merasa nyeri dibagian bawahku membayangkan senjataku diisap mulut mungil Lillian itu. 

Lalu lanjut Richard meyakinkanku, " Oke deh .., santai saja kelak, agar saya yang atur. Ngomong-ngomong my wife telah tau gagasan ini kok, dia itu orangnya tetap terbuka dalam hal sex.., menjadi sepakat aja " . 

" Kelak minuman Nindy saya kasih bubuk penghangat dikit, agar dia agak lebih berani.., Oke.., yaa!", 


Saya agak terperanjat juga, apa Richard akan memberi obat perangsang serta memperkosa Rina? Wah kalau  demikian tidak ikhlas saya. 


Saya sepakat asal Rina mendapatkan kenikmatan juga. Lihat mimik mukaku yang ragu-ragu itu, Richard cepat-  cepat memberikan, 

" Bukan obat bius atau ineks kok. Hanya pembangkit gairah saja ", lalu dia menuturkan setelah itu,
" Oke, kelak kamu duduk di samping Lillian ya, Nindy di sampingku ".Narasi Seks Dewasa 

Setelah itu acara makan malam berjalan lancar. Juga gagasan Richard. Sesudah makan malam selesai  keliatannya bubuk itu mulai bereaksi. Rina terlihat agak resah, pada dahinya muncul keringat  halus, duduknya terlihat tidak tenang, soalnya jika nafsunya lagi besar, dia agak resah dan keringatnya semakin banyak keluar. 

Lihat pertanda itu, Richard mengedipkan matanya pada saya serta berkata pada Nindy, “Nin.., mari duduk di muka TV saja, lebih dingin disana!”, serta tampa menanti jawaban Nindy, Richard segera berdiri, menarik kursi Nindy serta menggandengnya ke depan TV 29 inchi yang terdapat di ruangan tengah. 

Saya ingin ikuti mereka tetapi Lillian selekasnya memegang tanganku. 

" Dik, dilihat saja dahulu dari sini, nanti kita akan masuk dengan mereka kok " . Memang dari ruang makan kami bisa dengan jelas melihat tangan Richard mulai bergerilya di bahu serta punggung Nindy, memijit-mijit serta mengusap-usap halus. 

Sesaat Nindy terlihat semakin resah saja, badannya tampak dikit menggeliat serta dari mulutnya terdengar desahan setiap saat tangan Richard yang berdiri di belakangnya menyentuh serta memijit pundaknya. 

Lillian lalu menarikku ke kursi panjang yang terdapat di ruangan makan. Dari kursi panjang itu, bisa tampak langsung semua kegiatan yang berlangsung di ruangan tengah, kami lalu duduk di kursi panjang itu. 

Tampak aksi Richard makin berani, dari belakang tangannya dengan terampil mulai melepaskan kancing baju batik Nindy sampai kancing paling akhir. BH Nindy selekasnya menyembul, sembunyikan dua bukit mungil kebanggaanku di balik balutannya. 

Terlihat mata Nindy terpejam, badannya tampak lunglai lemas, saya menduga-duga, 

" Apa Nindy sudah dikasih obat tidur, atau obat perangsang oleh Richard?, atau apa Nindy pingsan atau tengah terlena nikmati permainan tangan Richard? ". 


Nindy nampaknya pasrah seolah-olah tidak mengerti kondisi sekelilingnya. Muncul juga perasaan cemburu bersamaan dengan gairah menerpaku, lihat Nindy seolah-olah menyongsong tiap-tiap belaian serta usapan Richard dikulitnya serta ciuman nafsu Richardpun disambutnya dengan gairah. 

Lihat apakah yang tengah diperbuat oleh si bule pada istriku, karena itu karena terasa kepalang tanggung, saya juga tidak ingin rugi, selekasnya kualihkan perhatianku pada istri Richard yang tengah duduk di sampingku. 

Kemauan untuk rasakan kuda putih selekasnya akan terwujud serta tanganku juga selekasnya menyelusup ke rok Lillian, merasa bukit kemaluannya telah basah, mungkin saja sudah muncul gairahnya lihat suaminya tengah mengerjai wanita mungil. 

Dengan perlahan-lahan jemariku mulai buka pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dengan lembut jari tengahku mendesak clitorisnya. Desahan lembut keluar dari mulut Lillian yang mungil itu, " aahh.., aaghh.., aagghh " , tubuhnya mengejang, sesaattangannya meremas-remas payudaranya sendiri. 

Selain itu di ruangan samping, Richard sudah tingkatkan laganya pada Nindy, tampak Nindy sudah dibikin polos oleh Richard serta terbaring lunglai di sofa. 

Tubuh Nindy yang ramping mulus dengan buah dadanya tidaklah terlalu besar, tapi padat berisi, perutnya yang rata serta ke-2 bongkahan pantatnya yang tampak mulus menggairahkan dan gundukan kecil yang membukit yang tertutupi oleh rambut-rambut halus yang terdapat di antara ke-2 paha atasnya terbuka dengan jelas seolah-olah siap terima serangan-serangan setelah itu dari Richard. 

Lalu Richard menarik Nindy berdiri, dengan Richard masih di belakangnya, ke-2 tangan Richard menelusuri semua lekuk serta ngarai istriku itu. Saya sudah sempat lihat ekspresi muka Nindy, yang dengan matanya yang 1/2 terpejam serta dahinya agak berkerut seolah-olah tengah meredam satu kenyerian yang menempa semua tubuhnya dengan mulutnya yang mungil 1/2 terbuka. 

Memberikan Nindy nikmati benar permainan dari Richard pada badannya itu, ditambah lagi saat jemari Richard ada di semak-semak kewanitaannya, sesaat tangan lainnya Richard meremas-remas puting susunya, tampak semua tubuh Nindy yang bertumpu lemas pada tubuh Richard, bergetar dengan hebat. 

Waktu itu juga tangan Lillian sudah buka zipper celana panjangku, serta seperti orang kelaparan terus berupaya melepas celanaku itu. Untuk mempermudah laganya saya berdiri di hadapannya, dengan melepas bajuku sendiri. 

Sesudah Lillian tuntas dengan celanaku, gilirannya dia kutelanjangi. Wow.., kulit badannya mulus seputih susu, payudaranya padat serta kencang, dengan putingnya yang berwarna coklat muda telah mengeras, yang tampak sudah muncul ke depan dengan kencang. 

Saya mengerti, jika diadu besarnya senjataku dengan Richard, pasti saya kalah jauh serta jika aku langsung main tusuk saja, pasti Lillian akan tidak terasa senang, menjadi langkah permainanku mesti memakai tehnik yang lainnya dari lainnya. 

Karena itu menjadi permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yang rata sampai datang di lembah diantara ke-2 pahanya mulus serta mulai menjilat-jilat bibir kemaluannya dengan lidahku. 

Kududukkan Lillian kembali di sofa, dengan ke-2 kakinya ada di pundakku. Sasaranku adalah vaginanya yang sudah basah. Lidahku selekasnya menari-nari di permukaan serta didalam lubang vaginanya. 

Menjilati clitorisnya serta mempermainkannya kadang-kadang. Kontan saja Lillian berteriak-teriak keenakan dengan nada keras,

Ingin Taruhan Bola di Agen Bandar Bola Terpercaya , Klik Gambar Dibawah ini !!!



" Ooohh.., oohh.., sshh.., sshh ". Sesaat tangannya mendesak mukaku ke vaginanya serta tubuhnya menggeliat-geliat. Tanganku selalu lakukan pergerakan meremas-remas di seputar payudaranya. Ketika berbarengan nada Nindy terdengar di telingaku waktu ia mendesah-desah, 

" Ooohhhh.., aagghh! ", dibarengi dengan nada seperti orang berdecak-decak. Tidak tahu apakah yang diperbuat Richard pada istriku, hingga dia dapat berdesah semacam itu. Nindy saat ini sudah telentang diatas sofa, dengan ke-2 kakinya terjulur ke lantai serta Richard tengah berjongkok di antara ke-2 paha Nindy yang telah terpentang dengan lebar. 

Kepalanya tenggelam di antara ke-2 paha Nindy yang mulus. Dapat kubayangkan mulut serta lidah Richard tengah mengaduk-aduk kemaluan Nindy yang mungil itu. Tampak tubuh Nindy menggeliat-geliat serta ke-2 tangannya mencengkeram rambut Richard dengan kuat. ‘’ 

Saya sendiri semakin repot menjilati vagina Lillian yang badannya selalu menggerinjal-gerinjal keenakan serta dari mulutnya terdengar erangan, 

" Ahh.., yaa.., yaa.., jilatin.., Ummhh " . Desahan-desahan nafsu yang makin menegangkan otot-otot penisku. 

"Aahh.., Dik.., akuu.., aakkuu.., oohh.., hh! " , dengan sekali hentakan keras pinggul Lillian mendesak ke mukaku, ke-2 pahanya menjepit kepalaku dengan kuat serta tubuhnya menegang terguncang-guncang dengan hebat serta dibarengi dengan cairan hangat yang merembes pada dinding vaginanya juga makin deras, waktu ia sampai organsme. 

Tubuhnya yang sudah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kenikmatan di sofa. Tangannya mengusap-usap lembut dadaku yang penuh keringat, dengan tatapan yang sayu mengundangku untuk lakukan tindakan lebih jauh. 

Saat saya melihat mengarah Richard serta istriku, rupanya mereka sudah bertukar tempat. Nindy sekarang telentang di sofa dengan ke-2 kakinya tampak menjulur di lantai serta pantatnya terdapat pada pinggir sofa, punggung Nindy bertumpu pada sandaran sofa. 

Hingga dia dapat lihat dengan jelas sisi bawah tubuhnya yang tengah jadi tujuan tembak Richard. Richard ambil tempat berjongkok di lantai di antara ke-2 paha Nindy yang sudah terpentang lebar. 

Saya terasa begitu terperanjat juga lihat senjata Richard yang terdapat di antara ke-2 pahanya yang berbulu pirang itu, penisnya tampak besar sekali kira-kira panjangnya 20 cm dengan lingkaran yang kira-kira 6 cm serta di bagian kepala penisnya membulat besar seperti topi baja tentara saja. 

Tampak Richard memegang penis raksasanya itu, dan di usap-usapkannya di belahan bibir kemaluan Nindy yang telah dikit terbuka, tampak Nindy dengan mata yang terbelalak lihat mengarah senjata Richard yang dahsyat itu, tengah melekat pada bibir vaginanya. 

Ke-2 tangan Nindy terlihat coba meredam tubuh Richard serta tubuh Nindy tampak agak melengkung, pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk kurangi desakan penis raksasa Richard pada bibir vaginanya. 

Namun dengan tangan kanannya masih meredam pantat Nindy serta tangan kirinya masih membimbing penisnya supaya masih ada pada bibir kemaluan Nindy, sekalian mencium telinga kiri Nindy, terdengar Richard berkata perlahan-lahan, 

" Niinn.., maaf yaa.., saya ingin masukan saat ini.., bisa? ", tampak kepala Nini cuma menggeleng- geleng kekiri kekanan saja, tidak tahu apakah yang ingin dikatakannya, dengan pandangannya yang sayu memandang mengarah kemaluannya yang tengah ditekan oleh penis raksasa Richard itu serta mulutnya terkatup rapat seolah-olah meredam kengiluan. 

Richard, tanpa menanti lebih lama lagi, selekasnya mendesak penisnya ke lubang vagina Nindy yang sudah basah itu, meskipun ke-2 tangan Nindy masih coba meredam desakan tubuh Richard. 

Mungkin saja, tidak tahu karena tusukan penis Richard yang sangat cepat atau karena ukuran penisnya yang over size, langsung Nindy berteriak kecil, 

" Aduuh.., pelan-pelan.., sakit nih " , terdengar aduan dari mulutnya dengan muka yang agak meringis, mungkin saja meredam perasaan kesakitan. Ke-2 kaki Nindy yang mengangkang itu tampak menggelinjang. 


Kepala penis Richard yang besar itu sudah tenggelam beberapa didalam kemaluan Nindy, ke-2 bibir kemaluannya menjepit dengan erat kepala penis Richard, hingga belahan kemaluan Nindy tampak terkuak membungkus dengan ketat kepala penis Richard itu.

Ke-2 bibir kemaluan Nindy tertekan masuk begitupun clitoris Nindy ikut tertarik ke karena besarnya kemaluan Richard.  

Richard hentikan desakan penisnya, sekalian mulutnya mengguman, “Maaf.., Nin.., saya telah menyakitimu.., maaf yaa.., Niin! ".
" aagghh.., janganlah teerrlalu diipaksakan.., yaahh.., saayaa meerasa.., aakan.., terbelah.., niih.., sakiitt.., janganlah.., diiterusiinn ". 

Nindy coba menjawab dengan badannya selalu menggeliat-geliat, sekalian merangkulkan ke-2 tangannya di pungung Richard. 

" Niinn.., saya ingin masukan lagi.., yaa.., serta tolong jelaskan yaa.., jika Nindy masih tetap terasa sakit ", sahut Richard serta tanpa menanti jawaban Nindy, selekasnya saja Richard meneruskan penyelaman penisnya ke lubang vagina Nindy yang terlambat itu, tapi saat ini dikerjakannya lebih perlahan pelan. 

Saat kepala penisnya sudah tenggelam semuanya didalam lubang kemaluan Nindy, tampak muka Nindy meringis, tapi saat ini tidak terdengar aduan dari mulutnya lagi cuma ke-2 bibirnya terkatup erat dengan bibir bawahnya tampak menggetar. 

Terdengar Richard menanyakan lagi, “Niinn.., sakit.., yaa?”, Nindy cuma menggeleng-gelengkan kepalanya,sekalian ke-2 tangannya meremas pundak Richard serta Richard selekasnya kembali mendesak penisnya lebih dalam, masuk ke lubang kemaluan Nindy. 

Dengan pelahan-lahan tetapi tentu, penis raksasa itu menguak serta menerobos masuk ke sarangnya. Saat penis Richard sudah tenggelam hampir 1/2 didalam lubang vagina Nindy, tampak Nindy sudah pasrah saja serta saat ini ke-2 tangannya tak akan menampik tubuh Richard. 

Namun saat ini ke-2 tangannya mencengkeram dengan kuat pada pinggir sofa. Richard mendesak lebih dalam lagi, kembali tampak muka Nindy meringis meredam sakit serta nikmat, ke-2 pahanya tampak menggeletar, 

Tapi karena Nindy tidak merintih karena itu Richard melanjutkan saja tusukan penisnya serta tidak diduga saja, " Bleessss " , Richard mendesak semua berat badannya serta pantatnya menghentak dengan kuat ke depan memepetin pinggul Nindy rapat-rapat pada sofa. 

Ketika yang berbarengan terdengar aduan panjang dari mulut Nindy, " Aaaiisshhhhh ", sekalian ke-2 tangannya  mencengkeram pinggir sofa dengan kuat serta badannya melengkung ke depan dan ke-2 kakinya terangkat ke  atas meredam desakan penis Richard didalam kemaluannya. 

Richard mendiamkan penisnya tenggelam didalam lubang vagina Nindy sesaat, supaya tidak meningkatkan sakit Nindy sekalian menanyakan lagi, 

" Niinn.., sakit.., yaa? Tahan sedikit yaa, sesaat lagi akan merasa nikmat! ", Nindy dengan mata terpejam cuma menggelengkan kepalanya dikit sambil mendesah panjang, 

" aagghh.., kit! ", lantas Richard mencium muka Nindy serta melumat bibirnya dengan ganas. Tampak pantat 


Richard berjalan secara cepat naik turun, sekalian badannya mendekap badan mungil Nindy dalam pelukannya. 

Tidak selang lama lalu tampak tubuh Nindy bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar aduan panjang, 

" Aaduuh.., oohh.., sshh.., sssshhh ", ke-2 kaki Nindy bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada pantat Richard, Nindy alami orgasme yang hebat serta berkelanjutan. Selang sekejap tubuh Nindy terkulai lemas dengan ke-2 kakinya masih melingkar pada pantat Richard yang masih berayun-ayun itu. 


Aaaaah, satu panorama yang begitu erotis sekali, satu pertempuran yang diam-diam yang dibarengi oleh penaklukan disatu pihak serta penyerahan keseluruhan dilain pihak. 

" Dik.., mari saya ingin kamu ", nada Lillian penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Lillian sama juga dengan tempat barusan, akan tetapi sekarang senjataku yang akan masuk ke vaginanya. Duh, rasa-rasanya kemaluan Lillian masih tetap rapet saja, saya rasakan ada jepitan dari dinding vagina Lillian ketika rudalku akan menerobos masuk. 

" Lill.., kok masih tetap rapet yahh ". Karena itu dengan dikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos liang vaginanya. “Aagghh " , mata Lillian terpejam, sesaat bibirnya digigit. 

Tetapi ekspresi yang terpancar merupakan ekspresi kenikmatan. Saya mulai mendorong-dorongkan penisku dengan pergerakan keluar masuk di liang vaginanya. Disertai erangan serta desahan Lillian tiap-tiap saya menyodokk penisku, lihat itu saya makin semangat serta semakin kupercepat pergerakan itu. Dapat kurasakan jika liang kemaluannya makin licin oleh pelumas vaginanya. 

" Ahh.., ahhh " , Lillian semakin keras teriakannya.
" Mari Dik.., selalu ".
" Enakk.., eemm.., mmmm " . 


Tubuhnya lagi mengejang, disertai leguhan panjang, " Uuhh..hh.." "Lill.., bisa didalam.., yaah”, saya butuh menanyakan pada dia, mengingat saya bisa jadi setiap saat keluar. " mmmm.". 

Kaki Lillian lalu menjepit pinggangku dengan erat, sesaat saya makin percepat pergerakan sodokan penisku didalam lubang kemaluannya. Lillian juga nikmati remasan tanganku di buah dadanya. 

" Nih.., Lill.., terima yaaa " . 


Dengan satu sodokan keras, saya dorong pinggulku kuat-kuat, sekalian ke-2 tanganku memeluk tubuh Lillian dengan erat serta penisku tenggelam semuanya didalam lubang kemaluannya serta waktu berbarengan cairan maniku menyembur keluar dengan deras didalam lubang vagina Lillian. 

Badanku tehentak-hentak rasakan kesenangan orgasme diatas tubuh Lillian, sesaat cairan hangat maniku masih tetap selalu penuhi rongga vagina Lillian, tidak diduga tubuh Lillian bergetar dengan hebat serta ke-2 pahanya menjepit dengan kuat pinggul saya dibarengi aduan panjang keluar dari mulutnya, 

" ..aagghh.., hhm! ", waktu berbarengan Lillian juga alami orgasme dengan dahsyat. 


Sesudah melalui satu babak kesenangan yang hebat, kami berdua terkulai lemas dengan masih tetap berpelukan erat keduanya. Dari pancaran cahaya mata kami, tampak satu perasaan nikmat serta senang akan apakah yang baru kami alami. 

Saya lalu mencabut senjataku yang masih tetap berlepotan serta mendekatkannya ke muka Lillian. Dengan isyarat supaya ia menjilati senjataku sampai bersih. Ia juga menurut. Lidahnya yang hangat menjilati penisku sampai bersih. “Ahh..”. Dengan kenikmatan yang tidak ada taranya saya merebahkan diri di samping Lillian. 

Sekarang kami melihat bagaimana Richard tengah mempermainkan Nindy, yang tampak badan mungilnya sudah lemas tidak berkapasitas dikerjain Richard, yang tampak masih perkasa saja. Pergerakan Richard tampak mulai begitu kasar, hilang telah lemah lembut yang sempat dia tunjukkan. 

Mulai sekarang ini Richard mengerjai Nindy dengan begitu brutal serta kasar. Nindy betul-betul dipakai menjadi objek seks-nya. Saya begitu takut kalau-kalau Richard menyakiti Nindy, tapi disaksikan dari ekspressi muka serta pergerakan Nindy nyatanya tidak tampak pertanda penolakan dari pihak Nindy atas apakah yang dikerjakan oleh Richard terhadapnya. 

Richard mencabut penisnya, lalu dia duduk di sofa serta menarik Nindy berjongkok di antara ke-2 kakinya, kepala Nindy ditariknya mengarah perutnya serta masukkan penisnya ke mulut Nindy sekalian memegang belakang kepala Nindy. 

Dia menolong kepala Nindy berjalan ke depan ke belakang, hingga penisnya terkocok didalam mulut Nindy. Terlihat Nindy sudah lemas serta pasrah, hingga cuma dapat menuruti apakah yang diingini oleh Richard, hal seperti ini dikerjakan Richard kira-kira 5 menit lamanya. 

Richard lalu berdiri serta mengusung Nindy, sekalian berdiri Richard memeluk tubuh Nindy erat-erat. Terlihat badan Nindy terkulai lemas dalam pelukan Richard yang ketat itu. Badan Nindy digendong sekalian ke-2 kaki Nindy melingkar pada perut Richard serta langsung Richard masukkan penisnya ke kemaluan Nindy. 

Ini dikerjakannya sekalian berdiri. Tubuh Nindy tampak tersentak ke atas saat penis raksasa Richard menerobos masuk ke lubang kemaluannya dari mulutnya terdengar aduan, “aagghh!”, Nindy tampak seperti anak kecil dalam gendongan Richard. 

Kaki Nindy tampak merangkul pinggang Richard, sedang berat badannya disanggah oleh penis Richard. Richard berupaya memompa sekalian berdiri serta sekaligus juga mencium Nindy. Pantat Nindy tampak merekah serta tidak diduga Richard masukkan jarinya ke lubang pantat Nindy.



" Ooohh! " . Mendapatkan serangan yang demikian serunya dari Richard, tubuh Nindy tampak menggeliat-geliat dalam gendongan Richard. Satu panorama yang begitu seksi. 


Saat Richard terasa raih, Nindy di turunkan serta Richard duduk pada sofa. Nindy diangkat serta didudukan pada pangkuannya dengan ke-2 kaki Nindy terkangkang di samping paha Richard serta Richard masukkan penisnya ke lubang kemaluan Nindy dari bawah. 

Dari ruangan samping saya dapat lihat penis raksasa Richard memaksa masuk ke lubang kemaluan Nindy yang kecil serta ketat itu. Vaginanya jadi begitu lebar serta penis Richard menyentuh paha Nindy. 

Ke-2 tangan Richard memegang pinggang Nindy serta menolong Nindy memompa penis Richard dengan teratur, setiap saat penis Richard masuk, tampak vaginanya turut masuk ke serta cairan putih tercipta di tepi bibir vaginanya. Saat penisnya keluar, tampak vaginanya mengembang serta menjepit penis Richard. Mereka lakukan tempat ini lumayan lama. 

Lalu Richard menggerakkan Nindy tertelungkup pada sofa dengan pantat Nindy agak menungging ke atas serta ke-2 lututnya bertumpu di lantai. Richard akan bermain doggy model. Ini sebetulnya merupakan tempat yang sangat disenangi oleh Nindy.Narasi Seks Dewasa 

Dari belakang pantat Nindy, Richard tempatkan penisnya di antara belahan pantat Nindy serta menggerakkan penisnya masuk ke lubang vagina Nindy dari belakang dengan begitu keras serta dalam, semua penisnya amblas ke vagina Nindy. 

Jari jempol tangan kiri Richard dimasukkan ke lubang pantat. Nindy 1/2 berteriak, " aagghh! " , badannya meliuk-liuk mendapatkan serangan Richard yang dahsyat itu. Tubuh Nindy dicoba ditarik ke depan, tetapi Richard tidak ingin melepas, penisnya masih bersarang dalam lubang kemaluan Nindy serta ikuti arah tubuh Nindy berjalan. 

Nindy betul-betul dalam kondisi yang begitu nikmat, desahan telah menjadi erangan serta erangan telah menjadi teriakan, “Ooohhmm.., aaduhh!”. Richard sampai payudara Nindy serta mulai meremas-remasnya. 

Selang beberapa saat tubuh Nindy bergetar lagi, ke-2 tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari mulutnya terdengar, 

" Aahh.., aahh.., sshh.., sshhhh " . Nindy sampai orgasme lagi, waktu berbarengan Richard menggerakkan habis pantatnya hingga pinggulnya melekat ketat pada bongkahan pantat Nindy, penisnya tenggelam semuanya ke kemaluan Nindy dari belakang. 


Sesaat tubuh Nindy bergetar-getar dalam orgasmenya, Richard sekalian masih mendesak rapat-rapat penisnya ke lubang kemaluan Nindy, pinggulnya membuat beberapa gerakan memutar hingga penisnya yang ada didalam lubang vagina Nindy turut berputar mengebor liang vagina Nindy sampai ke sudut-sudutnya. 

Sesudah tubuh Nindy agak tenang, Richard mencabut penisnya serta menjilat vagina Nindy dari belakang. Vagina Nindy dibikin bersih oleh lidah Richard. Lalu tubuh Nindy dibalikkannya serta direbahkan di sofa. Richard masukkan penisnya dari atas, saat ini tangan Nindy turut aktif menolong masukkan penis Richard ke vaginanya. 

Kaki Nindy diangkat serta dilingkarkan ke pinggang Richard. Richard terus-terusan memompa vagina Nindy. Tubuh Nindy yang langsing terbenam tertutupi oleh tubuh Richard, yang tampak oleh saya cuma pantat serta lubang vagina yang telah di isi oleh penis Richard. 

Terkadang tampak tangan Nindy meraba serta meremas pantat Richard, sesekali jarinya di masukan ke lubang pantat Richard. 

Pergerakan pantat Richard makin bertambah cepat serta ganas memompa serta tampak penisnya yang besar itu secara cepat keluar masuk didalam lubang vagina Nindy, tidak diduga, 

" Ooohh.., oohh! " , dengan erangan yang cukuplah keras serta dibarengi oleh badannya yang terlonjak-lonjak, 


Richard mendesak habis pantatnya dalam-dalam, mememetin pinggul Nindy ke sofa, hingga penisnya tenggelam habis ke lubang kemaluan Nindy. 

Pantat Richard terkedut-kedut sesaat penisnya menyemprotkan spermanya didalam vagina Nindy, sekalian ke-2 tangannya mendekap tubuh Nindy erat-erat. Dari mulut Nindy terdengar nada aduan, “Sssh.., sssshh.., hhmm.., hhmm!”, menyongsong semprotan cairan panas didalam liang vaginanya. 

Sesudah berpelukan dengan erat saat 5 menit, Richard lalu merebahkan diri diatas tubuh Nindy yang tergeletak di sofa, tanpa melepas penisnya dari vagina Nindy. Nindy lihat ke saya serta memberi sinyal jika yang satu ini begitu nikmat. 

Saya tidak dapat lihat ekspresi Richard karena terhambat olah badan Nindy. Yang pasti dari sela-sela selangkangan Nindy mengalir cairan mani. Lalu Nindypun seperti rutinitas kami bersihkan penis Richard dengan mulutnya, itu membuat Richard mengelinjang keenakan.

Malam itu kami pulang mendekati subuh, dengan perasaan yang tidak terlupakan. Kami masih tetap sudah sempat bermain 2 ronde lagi dengan pasangan itu.-

CERITA CABUL PNS BALI

0



ceritapornooo.com - Ini merupakan suatu cerita sex dewasa yang dikatakan oleh seseorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengenai penjelajahan atau pengalaman seksnya yang luar dapat dengan seseorang penari di Bali. Menarik untuk kita baca menjadi suatu pengalaman yang menggairahkan untuk jadikan bahan referensi ataupun fantasi seksual. Berikut sedetailnya narasi dewasa sex PNS. Berlibur Wisata Romantis Bali 

Perkenalkan Namaku Agus seseorang PNS, untuk kerahasiaan saya akan tidak tuliskan tahun terjadinya momen ini serta nama asli. Akan tetapi narasi ini merupakan benar ada. 

Bulan November saya ikuti prajabatan PNS, yah tidak ada yang kukenal di prajabatan ini, karenanya saya berupaya untuk mencari rekan sebanyak. Pagi itu merupakan jam pertama, saya duduk di bangku kelas sisi tengah, kulirik kiri serta kanan. tidak ada yanmg kukenal, akan tetapi ada satu yang menarik perhatianku, seseorang gadis cantik duduk tidak jauh dariku, dia terlihat ramah serta tetap tersenyum, kulitnya sawo masak, akan tetapi bagiku dia tampak yang sangat cantik di kelas. Dia lantas mengenalkan diri. 

“Nama saya Ni Ketut Dede Ariyani, saya guru tari Bali, nama kamu siapa? kok ngeliatin selalu sich?”
Saya menjadi salah tingkah, lantas saya menjawab,
“Maaf ya mbok tut, nama saya Agus, setelah tak ada yang diketahui sih…”
“Sekarang kan telah kenal,memang usia kamu berapakah? kok manggil mbok”
“25 mbok, memang mengapa?”
“oh, memang bener kamu manggil saya mbok, usia saya 28.”
“Oh…” 

Walau dia katakan umurnya 28 tetapi dia tidak tampak setua itu, perawakannya lebih pendek dari saya serta badannya sintal. Semenjak perjumpaan itu kami seringkali bercakap berdua pada saat prajabatan saat 2 minggu itu, smsan serta telpon-telponan, dia juga seringkali ditengok sama cowok yang sama kawan-kawan saya di panggil raksasa, Dede katakan sich itu tunangannya, saya kesel juga tetapi apakah daya saya hanya dapat senyum, tetapi memang pada saat itu saya belumlah rasakan apa-apa. 

Pada saat satu hari sebelum penutupan dia katakan berikut,
“Gus, kelak setelah penutupan kita berjalan-jalan yuk!?”
“ayuk”, kataku dengan suka hati, “emang ingin kemana mbok?”
“yah, ke bioskop atau kemana begitu.”
“oke..” 

waktu itu datang, saya dah bersiap untuk penutupan serta tidak lupa saya membawa baju ubah, demikian tuntas penutupan kami pergi ke bioskop, kami tonton serta menyengaja pilih bangku sangat tepi, tidak tahu mengapa saya mulai berpikiran kotor, lantas saya memeluk dia, dia tidak menampik. Lantas saya beranikan diri untuk mencium dia, dia justru menyongsong ciumanku dengan hangat. Kami berciuman lama sekali, saya melumat bibirnya dengan penuh nafsu, sesudah beberapa waktu dia berkata, 

“ternyata perasaan tidak dapat bohong ya.”
“iya…” 

Saya tidak sangsi lagi untuk memeluk serta menciumnya bahkan juga saya berani memegang payudaranya dari dalam pakaiannya sesaat dia juga memegang dadaku, pada akhirnya kami tuntas tonton film lantas saya berkata, 

“De..putusin cowok kamu ya, trus nikah ma saya.”
“Ga dapat gus, saya ma dia dah lebih dari pacaran kami dah biasa begituan, tinggal dibantenin saja kami dah menjadi suami istri…”
Saya sedih serta geram tetapi gak dapat apa-apa, pada akhirnya saya katakan,
“Terserah.” 

Saya belum pernah ngehubungi dia saat beberapa waktu, pada akhirnya saya berfikir normal saya mustahil masuk ke kehidupannya, yah… saya pada akhirnya menghubungi dia lagi serta kami bercakap seperti biasa tanpa permasalahan lagi serta dalam satu waktu dia membawa saya makan di ayam wong Solo. 

Saya menjadi orang yang lebih miskin dari dia jelas tidak menampik. Kami pergi ke sana selalu kami pesan meja ditempat bebas rokok yang sepi serta tertutup. 

Sesudah tuntas makan, saya serta dia yang duduk berdekatan menumpahkan perasaan kangen. Kami sama-sama mencium, sama-sama melumat serta sama-sama memegang. Saya berkata kepadanya, 

“De, saya pingin buat cupang di leher kamu.”
“Coba saja!” 


Saya coba mengisap lehernya untuk bikin cupang tapi tidak berhasil, dia lantas ketawa sekalian berkata, 


“He… he… he… bukan begitu triknya, nih saya contohin”, dia mulai berlaga. Tidak tahu bagaimana triknya dia menyedot, yang pasti rasa-rasanya saya melayang, saya hanya mendesah, 


“Ah… ah…”
“Tuh kan, dah merah”, katanya sekalian menunjuk leher saya.
“Dasar… De, kita pulang yuk.”
“ayuk.” 


Dede lantas membayar makanan sesaat saya langsung menuju mobilnya.
Sesampai didalam rumah, pikiranku kalut karena cupang itu, saya langsung nge-sms dia, 


“De… saya kepingin cupangnya bukan di leher, saya pingin di dada, saya juga pingin buat cupang di dada kamu.”
Saya duga dia geram, tetapi dia justru ngebalas,
“Gus, saya sayang ma kamu, jika kamu bikin cupang di dadaku bisa kok, diluar itu menjadi sinyal sayang saya, saya pingin 3d.”
“Apaan tuch 3d?”, balasku.
“Diputer, Dijilat trus Dicelupin.”
“Hah!! Beneran? Atau becanda nih?”
“beneran, masak saya main-main.”
“Kapan kamu ingin? Tetapi saya tidak pernah lho sayang, apakah harus pakai pengaman?”
“Aku pinginnya gak pakai, tetapi jika kamu sangsi lebih baik pakai saja, saatnya kelak saja jika ada peluang, bagaimana?”
“Oke deh, met istirahat ya sayang…”
“Istirahat apaan saya kan mesti nari di Hotel sayang, kelak jika saya gak balas bermakna saya masih tetap repot atau ada si dia sama saya.”
“Ya deh, met kerja ya sayang.” 

Ingin Taruhan Bola di Agen Bandar Bola Terpercaya , Klik Gambar Dibawah ini !!!



Yah, ini merupakan jadwal harian dia, dia merupakan seseorang penari Bali serta terkadang dia nari di hotel terkadang justru sampai ke luar negeri. 
Lama saya menanti saat itu, pada akhirnya saya mendapatkan peluang kursus 4 hari. Tapi karena kecerdikan panitia kursus itu cuma 3 hari. Bermakna saya cuma miliki waktu 1 hari. Saya langsung nge-sms dia, 

“De… besok gak ngajarkan? Kita kerjakan gagasan kita yuk?”
“ayuk, kelak saya jemput di mana?”
“Jemput saya di tempat kursus di Jalan Hayam wuruk.”
“Oke!” 

Besoknya saya telah menanti dia ditempat kursus. Beberapa waktu lalu dia datang. Saya langsung naik ke mobilnya serta ubah pakaian di dalamnya. Saya yang telah nafsu lantas katakan, 


“Kita ingin kemana? ayuk”, Dede menggunakan pakaian yang agak ngepres di badannya, sesaat dibagian bawah dia cuma kenakan kain pantai, saat saya lirik nyatanya dia tidak mengunnakan apa-apa tidak hanya kain pantai serta tentunya cd.
“Jangan begitu, kita makan dahulu yuk…” 

Kami lantas makan, setelah itu kami menuju bungalow di Kuta, akan tetapi awal mulanya kami telah beli makan siang terlebih dulu. 

Sesampainya di kamar bungalow, dia lantas tutup pintu, saya yang telah nafsu langsung menyerbunya. Dia lantas berkata, 

“Ga menjadi ah…”
“Trus kita ngapain ke sini?”
“ngobrol sekalian tiduran.”
“Enak aja”, saya langsung menggempur dia berupaya melepas pakaiannya serta kain pantainya, lantas dia katakan,
“Sabar dong sayang.” 

Dede lantas mematikan lampu, lantas tutup tirai tadi belumlah tertutup, saya memang telah nafsu simak kemolekan dia menjadi gak memerhatikan itu. Pada akhirnya saya menggempur dia, kesempatan ini saya tidak menemuka perlawanan bermakna, dia telah siap. Saya mencium dia dengan nafsu, lantas melepas pakaiannya serta kain pantainya, tubuhnya sekarang cuma tertutupi BH serta CD. Dia lantas katakan, 

“Gus… Saya sempat di operasi di payudara dahulu ada tonjolannya.”
BHnya saya terlepas lantas saya menciumi payudaranya dengan lembut,
“ehm… ehm…”
“Gus… ka… mu… be….bbener lembut… ah ah ahh..” 


Desahannya membuat saya bernafsu, lantas saya melepas bajuku serta celana ku hingga saya telanjang di muka dia, CD diapun kulepas, dia lantas berkata, 

“Gus… pakai kondom dahulu ya sayang…” 

Dia lantas memakaikan saya kondom, saya yang masih tetap pemula langsung masukkan punyaku ke vaginanya. Beberapa waktu lalu saya telah keluar, yah karena saya belumlah pengalaman, dia melepas kondomku serta berkata, 

“Ga apa-apa kan baru pertama.” 


Belumlah berapakah menit nafsuku naik lagi. Saya langsung menyentuh payudaranya, kali inilah lebih pandai dia lantas berkata, 

“Gus… saat ini kamu dibawah ya, saya yang diatas.”
saya rebah dibawah, dia pelan-pelan masukkan penisku ke vaginanya,
“uh… enak sekali…”, saya mendesah. Diapun mendesah,
“Ah… ah… nikmat sekali….ah… ah…” 


Goyangannya benar-benar mengagumkan, saya sampai merem melek, bodinya yang sintal bergoyang di atasku, saya memegang payudaranya sekalian kadang-kadang menciumnya, 

“ah… sangat nikmat rasanya”, ditengahnya kesenangan itu tidak diduga dia mengejang serta melepas vaginanya sekalian terengah-engah.
“Aku belumlah keluar kok dah tuntas De?”
“Cape… serta kayanya dah keluar Gus.” 


Saya langsung menindihnya serta masukkan penisku ke vaginanya serta mengocoknya secara cepat karena tanggung pkirku, pada akhirnya, 

“ah…”  Spermaku tumpah, saya langsung menarik penis ku keluar serta langsung mengeluarka spermaku di perutnya. Dede lantas berkata,
“Sekarang gantian, saya yang belumlah keluar nih.”
“Yah…” 


Saya lantas masukkan jariku ke vaginanya serta mengocoknya. 

“ah..ah…ah…ah…”, Dede mendesah keras.
“gimana De, enak kan?”
“enak banget… ah…ah… ah…” 


Tidak diduga dia memeluk saya erat sekali sekalian mencium dada saya sampai cupang. 
Kamipun tertidur, serta sorenya pulang. 

Kami masih tetap kontak beberapa minggu, sampai ada satu peristiwa buruk yang saya serta dia alami. Kami tonton di bioskop berdua serta disudut seperti biasa, setelah itu kami berciuman, lantas tanganku bergerilya ke selangkangannya, tangan dia juga sama. Saya masukkan tanganku ke vaginanya serta tangannya memulai mengocok penisku 

“Ah… ah… ah…” Desahan kami berdua memiliki irama. 


Pada akhirnya tanganku merasa basah serta dia mengejang… Saya benar-benar belumlah keluar tetapi film keburu tuntas. Di perjalanan pulang pada akhirnya kami ribut, karena dia ingin pisahlah dariku serta kembali pada tunangannya. Saya berupaya membela diri tetapi dia telah berketetapan. 

Pada akhirnya kami berpisah serta saya belum pernah berjumpa dengan dia hingga kemudian dia menikah dengan tunangannya yang penari.

Bermula Dari Celana Dalam Vita

0



CeritaPornoo.com - Saya sendiri telah bekerja dan datang dari Kampus yang sama. Keseluruhannya, pacarku begitu baik, setia serta cantik tapi masih tetap konvensional (akan tidak berhubungan seksual sebelum menikah dengan sah). Demikian sebaliknya, menjadi lelaki normal saya termasuk juga kelompok yang mempunyai libido tinggi. Sesaat ini saya cuma dapat memuaskannya dengan ber masturbasi sekalian memikirkan bersetubuh dengan pacarku. 

Satu waktu kondisi beralih 180 derajat. Sesudah pulang kerja, saya langsung berkunjung ke kostan pacarku (‘Sisca’ namanya). 
Berkunjung ke kostannya seperti masuk dalam suatu alam erotis. Ada seputar 8 penghuni kost yag terbagi dalam mahasiswi tingkat 1 sampai 4 (sekarang ini Sisca sudah tiba tingkat 4). Salah satunya penghuninya yang berkamar di lantai 3 menarik perhatianku, namanya Vita. Sesudah memandangnya kadang waktu saya memikirkan bersetubuh dengannya juga, sampai selanjutnya saya mempunyai inspirasi hilang ingatan serta nekat muncul tidak diduga dibenakku.dari sini lah awal penjelajahan seksku diawali. 

Saya membulatkan tekad serta akan memutus mengambil celana dalam Vita. Sudah seringkali saya bersama dengan Sisca pacarku naik ke lantai 3, dilantai ini ada rack spesial yang dipakai pembantu kostan untuk menghimpun baju kotor yang akan dicuci,beruntungnya rack itu dinamakan sama dengan pemilik pakaian agar tidak sama-sama tertukar (serta lebih memudahkanku mencari tujuan yang saya idamkan) 

Tidak berapakah lama niatanku muncul tidak diduga saya dengar nada gadu yang datang dari gerombolan anak-anak kost yang akan keluar untuk makan malam serta kebetulan juga Sisca tengah mandi, yang umumnya memerlukan waktu 15-25 menit. Seperti gayung bersambut akupun mamberanikan diri melakukan niatku dengan jantung yang berdebar keras serta keringat yang bercucuran karena perasaan kuatir. Ada 3 celana dalam yang memiliki bahan licin serta halus di antara tumpukan pakaian yang berada di keranjang. 

Tanpa fikir panjang langsung saya mengambil yang berwarna kulit (yang satu berwarna pink serta bekasnya berwarna sama). Dengan spontan saya lekatkan di wajah serta ku hirup sisi yang bersentuhan langsung dengan vaginanya. Sayangnya waktu itu yang saya cium hanya aroma pewangi baju, tapi tidak kurangi perasaan hornyku. Secepat-cepatnya saya masukan CD itu dalam kantung celana karena takut dipergoki serta tidak teringat perasaan malu yang akan saya alami bila hal tersebut berlangsung serta langsung saya tinggalkan TKP serta langsung menuju kamar Sisca yang ada di lantai 2. 

Sesudah tuntas berkencan dengan Sisca, saya langsung melaju menuju kontrakkan serta langsung menuju kamar mandi. Langsung saya mengeluarkan CD punya Vita serta mempeloroti celana serta CD yang saya gunakan. Kont0lku yang selama perjalanan pulang barusan telah menegang memikirkan CD itu langsung kutempelkan dengan tempat bagian dalam CD yang bersentuhan langsung dengan vagina Vita berjumpa dengan ujung kont0lku, yang tentunya awal mulanya saya lekatkan CD tersebut di hidungku serta ku hirup dalam-dalam sekalian memikirkan tengah mencium vagina Vita dengan cara langsung. 

Dengan perlahan-lahan saya gesek-gesekan CD itu serta mulai mencoli kont0lku. Walau awalannya merasa agak perih pada penisku tetapi lama kelamaan hilang bersamaan keluarnya cairan pra-ejakulasiku. Irama masturbasi saya percepat serta saya langsung rasakan getaran-getaran listrik yang erotis selalu meambombardir syaraf-syaraf kont0l serta otakku. Pada akhirnya saya hampir rasakan orgasme. Tanganku yang satunya langsung menyikap beberapa dari CD itu untuk keluarkan kont0lku. Sebetulnya saya ingin keluarkan cairan orgasmeku pada CD Vita, tapi langsung saya urungkan karena takut tinggalkan jejak. 

Tidak berapakah lama saya alami orgasme yang mengagumkan sensasinya karena baru sekali ini saya mengerjakannya dengan CD milik Vita. Sesudah sesaat saya nikmati sensasi itu saya langsung meneruskan dengan mandi serta tidak lupa awal mulanya saya mencium CD Vita serta menaruhnya kmbali didalam kantung celanaku. 

Esok harinya saya kembali pada kost Sisca serta kembalikan CD itu,tentu saja sesudah saya terasa keadaannya aman serta aman. Pekerjaan ini selalu berlanjut saat hampir satu minggu serta tentunya dengan CD Vita yang berlainan. Satu waktu saya dikagetkan dengan aroma CD Vita yang awal mulanya cuma tercium wangi dari pengharum baju. Saat itu saya hirup aroma yang berlainan serta saya yakini menjadi aruma cairan vagina punya Vita yang tentunya membuat kont0lki saat itu juga tegang serta libidoku naik. Jantungku langsung berdebar kencang karena kegirangan memperoleh rezeki nomplok itu. 

Terlintas dipikiranku apa hal seperti ini disengaja ataukah tidak. Tetapi saya tidak memperdulikannya serta langsung ber-masturbasi dengan sensasi berlainan serta tentunya lebih indahdan menggetarkan. Kesempatan ini saya terbenam dalam kesenangan hingga cairan orgasmeku tumpahruah dalam CD Vita. 

Esok harinya saya kembalikan CD itu kadalam keranjang serta menggantikannya dengan yang lainnya. Tapi lagi-lagi CD itu keluarkan aroma yang sama. Tidak tampak pergantian pada sikap serta ekspresi di wajah Vita saat kami sama-sama berjumpa pandang. Esok harinya saya dikagetkan dengan CD Vita yang betul-betul masih tetap basah serta aromanya masih tetap fresh serta memabukkan, seperti Vita barusan lakukan masturbasi serta membiarkan saya menemukannya masih juga dalam kondisi basah. Pikiranku langsung dikuasai dengan udara nafsu serta langsung saya menuju kamar mandi yang letaknya bersebrangan dengan kamar Vita untuk ber-masturbasi. 

Barusan saya mulai untuk ber-masturbasi, tidak diduga terdengar ketukkan pintu pada kamar mandi. Saya terperanjat serta secara cepat masukkan CD Vita dalam celana serta berpura-pura menyiram closet. Saat saya buka pintu nyatanya Vita tengah berdiri di muka kamar mandi serta berdiri pas dihadapanku seperti tengah menghalangku untuk pergi. Vita langsung mendorongku kembai masuk ke kamar mandi serta langsung menutup kamar mandi itu dari dalam (tempat Vita saat ini ada didalam kamar mandi bersama dengan denganku). 

Keringat dingin langsung bercucuran dari tubuhku. Secara cepat tangan Vita langsung berupaya merogoh ke-2 kantong celanaku tanpa dapat saya hindari, serta pada akhirnya dia temukan celana dalam kepunyaannya yang saya “pinjam”. “Aku telah tau … Kak andre pelakunya” papar Vita. 

Tidak diduga Vita langsung ambil tempat jongkok menghadap ke arahku yang mematung karena masih tetap kaget serta langsung buka bawahanku tanpa tersisa sehelai benangpun. Kont0lku yang sudah sempat lemas karena shock langsung diia belai dengan tangannya yang halus serta kadang-kadang mengocoknya dengan perlahan-lahan. Terima perlakuan itu kont0lku langsung bereaksi serta langsung menegang. 

Sesudah sampai ketegangan optimal, mulut Vita dikit terbuka serta nafasnya mengincar sekalian keluarkan desahan halus sekalian ke-2 tangannya dengan perlahan-lahan tetapi tentu selalu mempermainkan kont0lku. Saya terasa jika berikut waktunya rasakan vagina Vita yang sebetulnya,apalagi saya meyakini Vita bukan lagi seseorang gadis perawan dari triknya memperlakukan kont0lku. 

Saya langsung memberikan isyarat supaya Vita berdiri serta langsung saya bertatapan dengan mukanya yang mengekspresikan jika dia begitu menginginkannya. Tanpa fikir panjang saya langsung mencumbu bibirnya yang mungil serta ke-2 tanganku langsung menyikap sisi bawah dasternya,diawali dari pertengahan paha serta nyatanya Vita tidak kenakan CD lagi. 

Pantatnya yang lembut serta kenyal langsung kuremas-remas serta untuk mengirit waktu tanganku langsung kupindahkan menuju vaginanya yang sedaritadi telah basah oleh cairan vaginanya. Tanganku yang satunya lagi langsung menjamah payudaranya (juga tanpa BH) yang kurang lebih memiliki ukuran 36c. Kuremas-remas payudaranya serta klirotisnya juga mendapatka service spesial dari jemariku. 

Ingin Taruhan Bola di Agen Bandar Bola Terpercaya , Klik Gambar Dibawah ini !!!




Badan Vita tidak henti-hentinya bergetar serta percepat irama kocokan tangannya pada kont0lku. Langsung saya senderkan Vita pada dinding kamar mandi, kuangkat kakikirinya serta langsung ku tuntun kont0lku menuju vaginanya yang telah terbuka lebar. Saat ujung kont0lku ada di bibir vaginanya yang telah basah serta merasa hangat, saya juga sudah sempat bergetar. Perlahan saya dorong masuk kont0lku, merasa agak seret walau vaginanya telah basah oleh cairan kenikmatannya serta pada akhirnya kont0lkupun masuk setengahnya isi vagina Vita. Mulut Vita terbuka lebar sambil matanya terpejam rasakan kesenangan kont0lku. 

Dengan perlahan-lahan ku keluar-masukkan kont0lku dalam vaginanya yang sekarang bisa tenggelam semuanya dalam vaginanya yang sempit serta basah. Untuk sekejap saya tidak berjalan serta rasakan dinding vaginanya berdenyut-denyut serta rasa-rasanya kont0lku seperti dipijit-pijit oleh vaginanya, hingga kemudian saya lihat arloji serta saya ingat pada Sisca yang tuntas mandi, tersisa kurang lebih 10 menit sebelum Sisca tuntas mandi. 

Vita memelukku dengan erat serta saya juga menyetubuhinya dengan perlahan-lahan sekalian rasakan tiap-tiap tarikkan serta dorongan kont0lku,saya rasakan sensasi erotis yang begitu nikmat. Irama saya percepat dangan kadang-kadang saya menghentakkan kont0lku dengan kerassehingga membuat Vita mengeluh walau agak dikit ditahan menahan suaranya terdengar sampai keluar. Saya semakin bernafsu sesudah seputar 3 menit Vita telah sampai orgasmenya yang pertama hingga vaginanya merasa hangat karena cairan orgasmenya. 

“kont0l kamu besar serta kuat sekali…” bisik Vita sekalian selalu nikmati persetubuhan ini.
“memang kamu tidak pernah merasakan yang segede ini?”
Dia menggeleng, “punya cowokku kecil serta kurus…”
“jadi lebih enak manakah?” tanyaku
“jelas kont0lmu,rasa-rasanya lebih nikmat..” 

Sesudah tuntas nikmati sisa-sisa orgasmenya,Vita langsung melepas diri dari dekapanku serta langsung berlutut di depan kont0lku. Lidahnya langsung menjulur serta menyapu selama batang kont0lku yang masih tetap basah oleh cairan orgasmenya. Dengan cekatan Vita menjilati kont0lku serta mengulum kepala kont0lku yang memerah. 

Mulutnya yang merasa hangat serta permainan lidahnya yang liar membuat kont0lku berdenyut-denyut serta untuk sesaat dia cuma mengulum kepala kont0lku hingga kemudian saya benamkan kepalanya hingga kont0lku masuk semuanya dalam mulutnya yang hangat. 

Vita yang seolah memahami apakah yang saya ingin langsung melahap semua batang kont0lku dengan ganas, walau ia alami dikit kendala karena panjangnya kont0lku. Sesudah mulutnya menyesuaikan dengan kont0lku saya juga mulai menggerak-gerakkan pantatku maju-mundur menyeimbangi permainannya serta pada akhirnya saya alami orgasme yang membuat Vita agak tersedak karena saya menghentakkan kont0lku dengan keras karena rasakan kesenangan orgasmeku. 

Secara cepat Vita keluarkan kont0lku dari mulutnya serta buka lebar mulutnya untuk menyimpan cairan orgasme dari kont0lku. Sesudah tuntas Vita langsung menelan cairan itu tanpa tersisa serta saat itu juga kont0lku juga kembali di kulum serta di sedotnya hingga tidak tersisa lagi cairan orgasme yang dikit tercecer di batang kont0lku. 

Kusuruh Vita untuk berdiri serta ia langsung menatapku dengan ekspresi senang serta nakal, senyumnya yang manja mambuatku horny lagi. Sesudah salingmerapihkan baju semasing Vita menyisipkan kertas yang berisi nomor hp’nya. 

“besok, janganlah mengambil celana dalamku lagi..”
Sudah sempat muncul perasaan sedih dalam hatiku
“langsung saja..” jelas Vita,sekalian tempelkan tanganku mengarah vaginanya sekalian tersenyum manja. 

Sesudah peristiwa ini,hampir setiap hari kami bercinta kilat di dalam kamar mandi lantai 3. Vita jadi tempat pelampiasan nafsuku yang menggelora karena tidak dapat kudapatkan dari pacarku sendiri demikian pula Vita yang terlanjur sedih dengan kont0l pacarnya yang dia kira sangat kecil serta Vita terlanjur suka pada kont0lku yang besar serta kuat,walau kami sama-sama menyukai pasangan semasing.