Nikmatnya Kocokan Maut Mbak Titin

0



CeritaPornoo.com -  Nikmatnya Kocokan Maut Mbak Titin – Pak Kadus Jamal berjalan tanpa sandal, kadang-kadang tangannya mengusung sarung kotak-kotak yang digunakan. Lelaki 60 tahun itu terlihat tergesa menuju perbatasan rimba di kampung, tempatnya cukuplah jauh dari pemukiman masyarakat. 








“Waduh.. maaf sekali pak, saya agak telat menyongsong. Barusan ada masyarakat yang anaknya ingin kawinan menjadi saya urus sana-sini dahulu,” Jamal menyalami pak Supri, tuan tanah di kampung itu yang sudah lama tinggal di kota. 

Pak Supri populer dermawan di dusun itu, banyak menolong pembangunan tempat beribadah, sekolah rakyat, dan memberikan sembako waktu paceklik menempa desa. 

“Walah ya ndak apa-apa pak kadus, biasa saja. Oh ya ini Andi pak kadus masih tetap ingatkan.. telah kelas 2 SMA saat ini.. serta ini kawan-kawannya. Nah mereka saya antar ke dusun ini agar tahu kehidupan desa, mumpung mereka masih tetap libur,” kata Supri, lelaki tambun, usianya seputar 55 tahun.Narasi Seks 2018,Cerita Sex Dewasa,Narasi Mesum Paling baru,Narasi Dewasa Bugil,Tante Ngentot,Narasi Sex Toket Gede full bugil. 

“Wah.. wah den Andi telah gede saat ini.. pangling saya den,” Jamal menyalami Andi serta tiga kawan sepantarannya, Hilman, Roni, serta Raju. 

Pak Supri lantas menuturkan pada Andi serta kawan-kawannya mengenai Jamal, kadus yang begitu rajin serta santun yang pantas menjadi contoh. Ia juga menuturkan pada Jamal jika Andi, anaknya akan ada di dusun itu saat satu pekan bersama dengan tiga temannya itu, harapannya supaya mereka mengetahui mengenai kehidupan desa serta menghormati orang desa. 

“Saya cuma mohon mereka dibolehkan membangun perkemahan disini, tolong pak kadus didik mereka untuk mandiri. Masalah keperluan makan agar mereka usahakan sendiri, ya mencari ikan, mancing di kali, cari sayuran, sampai masaknya janganlah dibantu agar tidak manja. Kelak berasnya saja disiapkan,” kata pak Supri. 

Andi serta kawan-kawannya mencari tempat datar membangun tenda, serta mulai mempersiapkan semua perlengkapan kamping. Pak Supri lantas tinggalkan anaknya itu serta kembali pada kota. 

Dua buah tenda memiliki ukuran 3 kali 3 mtr. berdiri waktu mendekati petang, Kadus Jamal turut menolong anak-anak kota itu, sampai semua beres. 

Jamal lantas membawa anak-anak itu singgah ke tempat tinggalnya di pemukiman dusun. Disana ia menuturkan tempat sungai didalam rimba yang dapat dipancing ikannya, juga tempat kebun sayur kepunyaannya di tumpangsari rimba yang bisa mereka petik. 

Malam itu Andi serta teman-temannya bermalam didalam rumah Jamal serta berteman dengan remaja seumuran mereka di dusun itu. Tetapi, Jamal memohon remaja kampung tidak untuk menolong apa pun pada anak-anak kota itu saat kamping supaya mereka mandiri sesuai dengan pesan pak Supri. 

Pagi-pagi benar Andi serta tiga temannya kembali menuju perbatasan rimba tempat tenda mereka berdiri, mereka membawa beberapa kg beras serta perlengkapan masak-memasak dari rumah kadus Jamal.Narasi Seks 2018,Cerita Sex Dewasa,Narasi Mesum Paling baru,Narasi Dewasa Bugil,Tante Ngentot,Narasi Sex Toket Gede full bugil. 

“Ya elah.. betul-betul welcome to the jungle nih ndi.. elo sich pakai nurut semua sama bokap lo itu. Harusnya kita berlibur ke Bali.. eh justru menjadi tarzan di tempat ini.. huh lelah deh,” Hilman merintih sejadinya sekalian melempar panci yang dibawa. 
“Iya nih.. manakah perut keroncongan lagi nih,” Raju menimpali. Raju bertubuh tambun serta suka makan. 
“Udah deh.. mendingan kita mencari langkah bagaimana agar ada lauk untuk makan… manakah berbelanja tidak dapat. Ada uang tetapi orang desa tidak mau jual apa-apa pada kita karena perintah bokap gue. Mari deh Raj.. mencari ranting atau apakah kek yang dapat dibakar untuk masak,” kata Andi. 

Kondisi sangat terpaksa membuat mereka berjalan juga, dibanding lapar. Tungku disediakan dari susunan batu, serta blar.. api juga menyala menanak nasi di panci. Untung Raju membawa bekal beberapa bungkus mie instan yang dapat jadi lauknya. 

“Tuh kan enak juga nyatanya menjadi tarzan berikut.. ha ha..,” Andi menghibur teman-temannya itu. 

“Enak.. tetapi gue tidak kenyang nih makan segini,” gerutu Raju. 

Umumnya dia makan dua piring, dobel bagian, tetapi saat ini cuma bisa satu bagian. 

Sesudah sarapan ke empat remaja itu menuju sungai untuk mandi serta membersihkan baju. Tetapi sebelum mereka tinggalkan tenda, kadus Jamal hadir bersama dengan Titin, anak perempuannya. 

“Lho aden pada ingin kemana? Telah pada sarapan belumlah?,” bertanya Jamal. 

Ia lantas memperkenalkan Titin pada 4 remaja itu. Titin anak pertama Jamal telah empat tahun ini menjanda ditinggal mati suaminya kecelakaan, belumlah miliki anak. 

“Malam tempo hari Titin belum bertemu kalian karena dia menolong acara masyarakat yang ingin kawinan. Nah saat ini untuk masalah masak serta makan agar Titin yang menolong ya.. ndak apa-apa, ayah tidak akan katakan ke juragan Supri kok..,” Jamal terasa iba juga lihat Andi serta teman-temannya mesti berupaya masak sendiri. 

Apalagi didalam rumah Titin tidaklah terlalu banyak pekerjaan, karena kembali numpang didalam rumah ortunya. 

“Waduh.. menjadi ngeropotin mbak Titin nih. Tetapi oke deh pak, daripada berat saya susut satu minggu disini.. ha..ha,” Raju suka karena keperluan makan akan terjamin. 

“Iya. Tidak apa-apa dik, mbak biasa masak serta nyuci kok,” kata Titin. 

Titin berpenampilan ciri khas wanita desa, gunakan kain serta pakaian berkancing dari kain bahan kebaya. Mukanya cantik serta menjadi janda yang masih tetap muda tubuhnya juga makin subur serta semok. Tingginya 165 cm dengan bagian badan yang baik, dikit montok. Payudaranya membusung melawan, pinggul lebar serta pantatnya padat tercipta di balik kain yang dipakainya. 

Hilman serta Roni tidak terlepas memandangi postur badan Titin waktu itu. Andi juga terkadang mengambil pandang ke dada Titin. Cuma Raju yang pikirannya makan selalu.Narasi Seks 2018,Cerita Sex Dewasa,Narasi Mesum Paling baru,Narasi Dewasa Bugil,Tante Ngentot,Narasi Sex Toket Gede full bugil. 

Kadus Jamal lalu pamit pulang . Titin lalu mengantar Andi serta teman-temannya ke sungai sekalian membawa baju empat remaja itu yang akan dicuci. 

4 remaja itu langsung mencebur ke sungai dengan riang. Umur mereka rata-rata baru 16 tahun, tetapi badannya bongsor tidak seperti anak di desa. Tinggi mereka melewati tinggi Titin . 

“Eh.. adik-adik ini mandinya dicopot dong pakaiannya agar sekalipun mbak Titin cucikan,” tuturnya lihat Andi serta kawan-kawannya mencebur tanpa melepas baju. 

“Wah.. telanjang gunakan kolor saja tidak apa-apa kan mbak? Kan sepi di tempat ini?,” Hilman menyahut suka sekalian melepas pakaian serta celananya. Tiga yang lain juga melepas bajunya. 

“Ya ndak apakah, wong tidak ada yang lihat di dalam rimba gini. Lagi juga masyarakat desa jarang kesini karena sungai ini di lokasi rimba, mereka lebih dekat ke sungai di desa,” kata Titin, ia memungiuti pakaian empat remaja itu di batu serta mulai membersihkan di temat berjarak empat mtr. dari tempat mandi mereka. 

4 remaja itu mandi sekalian senang sama-sama siram, Titin memperhatikannya dengan senang juga, ia turut suka memandangnya. 

“Mbak Titin… mbak ikut-ikutan mandi dong.. agar ramai..,” teriak Hilman polos. 

Saat itu juga Raju lari mendekati Titin yang masih tetap jongkok membersihkan serta mendorongnya terceur ke sungai. Byurr.. badan Titin terbenam di sungai yang cukuplah dalam, waktu tubuhnya naik kancing pakaian atasnya lepas hingga payudaranya yang tidak tertutup BH sudah sempat tampak. 

“Aduhhh Raju.. kamu nakal ya..,” Titin bersungut-sungut sekalian mengatur pakaiannya. 

Raju turut mencebur serta mulai menyirami Titin dengan air, mereka ketawa serta sama-sama siram. Andi, Hilman serta Roni lalu masuk mendekat serta turut sama-sama siram. 

Titin memprotes karena kain serta pakaiannya basah terendam bersama dengan tubuhnya. Karena dia tidak membawa pakaian lainnya, masak pulang dengan basah kuyup.Narasi Seks 2018,Cerita Sex Dewasa,Narasi Mesum Paling baru,Narasi Dewasa Bugil,Tante Ngentot,Narasi Sex Toket Gede full bugil.


Ingin Taruhan Bola di Agen Bandar Bola Terpercaya , Klik Gambar Dibawah ini !!!


“Ya telah mbak Titin pakaiannya di buka saja, selalu dijemur,”kata Hilman mejawab memprotes Titin. 

“Iya mbak. Pakaiannya dijemur saja agar kering, menjadi cocok tuntas mandi dapat digunakan lagi,”tambah Andi. 

Titin berfikir sesaat. Benar juga saran mereka, apalagi walau telanjang tubuhnya tidak mungkin saja tampak karena terendam di sungai, kebetulan sungai juga agak keruh karena hujan tempo hari. 

“Ini tolong dijemurkan dik Andi..,” Titin menyodorkan kain serta pakaiannya ke Andi supaya Andi menjemurnya di bebatuan. 

“Ya telah kalian lanjutkan mandinya.. mbak sekalian nyuci ya,” kata Titin. 

Sekalian berendam tubuh hanya bawah leher, Titin meneruskan membersihkan baju dengan cuma tangannya diatas batu bagian sungai. Sesaat empat remaja itu kembali sama-sama siram, bernyanyi serta berteriak-teriak senang nikmati dinginnya air sungai dengan jarak menjauh dari Titin karena tidak ingin mengganggunya. 

Hilman melihat Titin yang membelakangi mereka, pikirannya tidak diduga ingat film porno punya ayahnya yang sempat ditontonnya dengan curi-curi. Sampai kini ia cuma dapat memikirkan bagaimana bentuk badan wanita bugil yang disaksikan dengan cara langsung. Ia mulai memikirkan badan telanjang Titin dibalik air sungai. 

“Hey gan.. bagaimana ya bentuk susu serta mekinya cewek yang asli? Gue ingin tahu nih..? bagaimana jika kita mohon mbak Titin liatin dikiiiit saja,” pikiran Hilman yang mulai nakal dialirkan ke teman-temannya. 

Roni sepakat, tetapi Andi serta Raju masih tetap bertahan melarang, mereka takut Titin memberikan laporan ke bokap Andi serta kadus bapak Titin. 

Pada akhirnya mereka akan memutus membuat taktik. Andi, Raju serta Roni lalu berenang menjauh, cukuplah jauh dari tempat Titin yang msih repot membersihkan, sesaat Hilman menggerakkan laganya. 

“masih lama nyucinya mbak…,” sapa Hilman dari belakang Titin. 


“Eh dik Hilman ngaggetin saja. Ini celana kalian kok kotor banget sich, menjadi lama nyikatnya,” Titin sudah sempat terperanjat lihat kedatangan Hilman. 

“Sini saya bantuin mbak,” Hilman mencapai tangan Titin di batu bagian sungai. 


“Ah tidak perlu dik.. kamu mandi saja sana, kelak saya dimarahi ayah. Kan saya diminta menolong kalian,” Aish berupaya meredam tangan Hilman yang akan ambil sikat serta celana panjang Raju yang dicuci Titin.

Mereka sudah sempat sama-sama rebut, serta hal seperti ini membuat badan Hilman menyentuh badan Titin yang saling telanjang. Titin rasakan getaran waktu siku Hilman menyengol susunya, ia baru sadar jika keadaannya tengah bugil. 

“Uh.. maaf ya mbak.. saya tidak menyengaja, terkena deh itunya,” Hilman pura-pura malu, tetapi tubuhnya tidak menjauh dari Titin. Titin mendadak tersipu malu. 

“Eh.. oh.. tidak apakah dik.., asal janganlah disengaja ya. Ndak baik itu,” kata Titin seakan menTitinati. 

“Eng.. mbak.. saya bisa bertanya, tetapi janganlah geram ya?,” kata Hilman. 

“Tanya apakah sich?,” jawab Titin sekalian berbalik membelakangi Hilman serta kembali repot menyikat celana yang dicucinya. 

“Anu mbak.. apakah kurang lebih anunya cewek di desa sama juga dengan cewek kota ya?,” Hilman meneruskan dengan ragu-ragu. 

“Ih dik Hilman ini. Anunya apanya? Susunya tujuan adik?,” Titin berbalik lagi menghadap Hilman. ,  Hilman malu sekalian mengangguk. 

“Ya sama juga dong dik.. anunya dik Hilman juga sama juga dengan remaja di desa sini kan?,” jawab Titin. 

Diam-diam Titin terasa lucu juga dengar pertanyaan itu. 

“Eh.. anu mbak.. tujuan saya…,” 

“Hayo.. dik Hilman sempat ngintip cewek di kota mandi ya?,” kelakar Titin membuat Hilman salah tingkah serta makin malu. Tetapi ia rasakan pancingannya telah mulai mengena pada Titin. 

“Ah.. tidak kok mbak. Saya justru tidak pernah lihat cewek telanjang sekalinya, cuma sempat di pelajaran biologi simak gambarnya saja. Karena itu ingin tahu mbak..,” saya Hilman. 

Mendengart itu Titin menjadi kTitinan pada Hilman. Di desanya rata-rata remaja pria telah semua sempat lihat payudara wanita dengan cara langsung, walau cuma wanita 1/2 baya yang tengah mandi di sungai. Ia lantas berfikir menunjukkan susunya pada Hilman untuk menyembuhkan ingin tahu anak kota itu. Lagi juga ia kan bukan gadis lagi, serta saat empat remaja itu di dusunnya ia disuruh kadus ayahnya menolong mereka mengetahui lingkungan serta kehidupan desa.

“Ya telah.. jika mbak liatin susu mbak bagaimana?,” bertanya Titin. 

“Ehhhmm.. ingin mbak.. tetapi mbak tidak geram kan?,” kata Hilman suka. 

Titin tersenyum serta beranjak ke bagian sungai yang lebih dangkal supaya badan atasnya terentas, ia lalu berdiri bertumpu di batu bagian sungai. Mata Hilman seperti tidak yakin lihat susu montok Titin terpampang di hadapannya, kental serta berwarna kuning langsat dengan puting coklat muda. 

“Tuh telah simak kan.. telah ya,” kata Titin. 

“Tu..nantikan bentar mbak…, emhh bisa dipegang ya mbak.. bentaaar saja.. ya.. bisa ya,” rengek Hilman, tangannya lantas menyentuh perlahan-lahan susu Titin dari mulai pangkalnya diraba sampai puting susunya dijepit mudah dua jari. 

“Hmm.. bagaimana.. telah ya dik.., sama juga kan dengan di gambar?,” Titin terasa merinding disentuh susunya, karena saat empat tahun ini ia belum pernah lagi merasakan semenjak ditinggal mati suami. 

Mata Titin mengamati rekan-rekan Hilman yang lain, jangan-jangan yang tengah berlangsung tampak oleh mereka. Tetapi ia lega, tiga rekan Hilman cukuplah jauh serta terhambat pandangannya dengan batu di dalam sungai. 

Waktu Titin tampak repot mengamati temannya, Hilman memakai peluang itu, ia makin nekat meremasi susu Titin. 

“Mbak.. kenyalnya enak ya..,” tuturnya sekalian selalu memijati putting Titin. 

“Enghhmm.. telah ah dikhh.., telah ya,” pinta Titin sekalian menghalau tangan Hilman. 

Tetapi Hilman masih tetap saja meremasi susu Titin. 

“Eh mbak.. kok demikian megang susu mbak.. burung saya bangun sich?,” Hilman menanyakan kekanak-kanakan sekalian selalu meremasi Titin. 

Titin kembali terasa lucu dengan pertanyaan Hilman, akan tetapi dengar kata burung mebuat pikiran Titin tidak karuan serta merindukan lihat burung suaminya. Semula ia berfikir empat remaja ini masih tetap begitu kanak-kanak tetapi dengar Hilman mengakui burungnya berdiri Titin menjadi ingin tahu juga, sebesart apakah sich burung anak umur belasan ini. 

“”Apa.. memang burung dik Hilman bangun saat ini?,” bertanya Titin.
“Iya mbak.. tidak tau nih mengapa.., nih mbak pegang coba,” Hilman selekasnya membimbing tangan Titin ke penisnya yang terbungkus kolor. 

Titin rasakan nafasnya memberat waktu tanganya menyentuh penis Hilman. Remaja ini bongsor serta atletis di banding usianya yang masih tetap belia. Penisnya juga sebesar penis pria dewasa biasanya. 

“Tuh kan mbak.. bangun.. mengapa ya mbak?,” rengek Hilman.
“Emhh.. oh.. ini lumrah dik.. normal. Kan di pelajaran biologi juga adik sudah mengetahui..,” kata Titin. 


Sekalian tangannya selalu mengusapi penis Hilman, Titin seakan menggurui menuturkan jika penis pria berdiri karena terangsang ditambah lagi bila menyentuh penting wanita. 

“Sini dik.. nah jika diginiin rasa-rasanya bagaimana?,” Titin menyusupkan tangannya ke balik CD Hilman serta mulai mengocok perlahan penis Hilman.
“Aduhh.. mbaakkhh enakhh..,”lenguh Hilman. 

“Itu lumrah dik.. kelak jika telah kawin baru deh dik Hilman rasain nikmatnya. Karena jika telah miliki istri, burungnya dik Hilman dapat bersarang di sarangnya,” kata Titin. 


Ia tidak sadar penuturannya malah membuat pertanyaan-pertanyaan menyusul yang menuntut dari Hilman. 

“Sarangnya apakah tuch mbak.., enghh.. terusin digituin mbak.. enakhh nih..,” Hilman terasa penisnya sangatlah tegang, tangannya selalu meremasi susu Titin. Nafas Titin mulai menyesak.. ia memikirkan penis itu penis suaminya yang telah siap mengantar kesenangan kepadanya. 


“Hhh.mmmm.. sarangnya namanya memek dik.. seperti miliki mbak ini..sini dik Hilman pegang ya..,” Titin menuntut tangan kanan Hilman ke selangkangannya.Narasi Seks 2018,Cerita Sex Dewasa,Narasi Mesum Paling baru,Narasi Dewasa Bugil,Tante Ngentot,Narasi Sex Toket Gede full bugil. 

Hilman dapat rasakan lembutnya permukaan vagina Titin. 

“Wah.. lembut sekali ya mbakhh.. jika dipegangin gini mbak terasa enak juga tidak seperti saya,” Hilman selalu memperlancar bertanya, sekalian tangannya mulai membelai-belai permukaan vagina Titin. 


Titin dikit mengangkangkan kakinya memberikan ruangan buat tangan Hilman. 

“Ngghhh.. sstt.. yahh enakhh dikhh.., sama nikmatnya..,” badan Titin mulai menggelinjang dipermainkan gatal serta geli di vaginanya.
“Terus bagaimana selesainya mbak.. jika burung saya bersarang di sarangnya kelak?,” Hilman selalu menanyakan ingin tahu, pikirannya telah melayang-layang ke film porno yang sempat ditontonnya. 

Penisnya kesenangan karena tangan Titin makin liar mengocoknya. 

“Emmhh.. jika telah masuk ke sarangnya.. kelak burung dik Hilman dapat loncat-loncat didalam.. teruss jika ingin tuntas dia nyemprotin air..,” Titin makin terangsang dengan pertanyaan Hilman, CD Hilman dilorotkanya serta penis Hilman dikocok makin cepat.
“Ahh..sst.. geli banget mbakhh… auh.. seperti ingin kencing nih.. ouh…, mbaakhh enak juga khan..?,” Hilman melenguh rasakan kedutan di penisnya. 

Ekspresi kesenangan Hilman membuat Titin makin teransang, ditambah lagi tangan Hilman juga makin aktif mengosok permukaan vaginanya. 

“Iya dik.. sstt enakhh juga mbakkhhh.. ahhkkss.. keluarin saja kencingnya tidak perlu ditahan,” Titin rasakan badan Hilman mulai menegang serta croottt… semburan sperma Hilman muncrat ditangannya.film dewasa click disini 

Titin telah terbakar birahi, pingulnya bergoyang supaya lebih rasakan gosokan tangan Hilman di vaginanya. 

Tetapi sebelum ia klimaks, Titin dengar nada rekan-rekan Hilman mendekat. Ia selekasnya menyudahi laganya serta kembali beranjak ke sungai yang lebih dalam supaya tubuhnya tenggelam lagi. 

“Eh..mbak makTitin ya telah ngajari saya.., janganlah katakan ke yang lainnya mbak ya,” Hilman malu-malu mendekati Titin lalu ia naik ke bibir sungai serta bersalin baju. 

Titin mengangguk, ia sendiri begitu malu mengerti apakah yang baru saja berlangsung. Tetapi klimaks yang belum dicapai membuat pikiran Titin menjadi tidak karuan waktu itu. perkiraan togel click disini 

Andi, Raju, serta Roni telah bergabung bersama dengan Hilman serta telah bersalin baju. Titin memerintah mereka ke tenda duluan meninggalkanya, supaya tidak tampak waktu ia mesti naik ke bibir sungai untuk kembali kenakan kain serta pakaiannya.