Nikmati Malam Dengan Gadis Bayaran

0


CeritaPornoo.com -   Malam makin gelap waktu saya meniti perjalanan pulang dari Pekalongan dengan mengendarai mobil kantor. Sangat terpaksa saya menyopir sendiri karena bosku pada akhirnya akan memutus untuk tinggal beberapa waktu disana. 

Bosku sekarang ini tengah ingin coba buka usaha baru, yakni usaha batik pekalongan. Konon tuturnya batik Pekalongan mutunya bagus serta harga nya dapat dijangkau. Karena itu dia bela-belain tinggal disana beberapa waktu sekalian mencari produsen batik yang dapat dibawa kerja sama. Semula tugasku ialah mengawal dimanapun ia pergi. Akan tetapi karena dia mempunyai saudara disana, pada akhirnya saya diminta pulang ke Jakarta. 








Saya melirik jam, hmmmm masih tetap jam 9 malam serta saya baru sampai Indramayu. Wah, sampai Jakarta jam berapakah nih, pikirku. Mataku juga tidak berteman, seperti diberi lem. Dengan keadaan semacam ini kupikir akan tidak mungkin saja meneruskan perjalanan sampai Jakarta, karena justru akan beresiko. Kuputuskan mesti mencari tempat istirahat. Lantas laju mobil juga mulai kupelankan, serta mataku mulai menyapu ke tepian jalan mungkin ada tempat istirahat atau rumah makan yang nyaman.Narasi Seks 2018,Cerita Sex Dewasa,Narasi Mesum Paling baru,Narasi Dewasa Bugil,Tante Ngentot,Narasi Sex Toket Gede full bugil. 

Lalu mataku tertuju pada suatu rumah (kupikir itu rumah makan) berdinding warna hijau toska dengan halaman yang agak luas serta tertutupi oleh rumput Jepang. Hmm, kelihatannya tempatnya enak, ada tempat parkir mobilnya lagi. Saya juga selekasnya membelokkan mobil serta kuparkir pas di muka rumah itu. 

Di terasnya kulihat tengah duduk 4 orang wanita dengan baju yang cukuplah sexy. Saya belum juga berfikir yang aneh-aneh saat itu. Yang penting bagiku sekarang ini ialah beristirahat serta melepas capek sesudah meniti perjalanan yang cukuplah jauh. 

Waktu saya berjalan mengarah teras, salah seseorang dari mereka menghampiriku dengan style yang centil serta manja, 

“Cari apakah, A’?” 

Mataku yang sejak dari barusan cukup sudah mengantuk langsung saja langsung melebar lagi. Wanita itu kurang lebih berumur 35 tahunan kenakan kaus ketat berbelahan dada rendah warna merah yang kelihatannya menyengaja untuk menonjolkan asset kepunyaannya itu, dipadukan dengan bawahan rok jeans pendek. Selintas kulihat 2 benjolan disana seperti terjepit ingin meronta keluar, dengan belahan yang masih tetap indah di tengahnya. Kulitnya kuning langsat walau otot dibagian lengan telah mulai dikit mengendur. 

Mandapati panorama semacam itu, saya jadi tergagap-gagap, 

“Emm.. anu… mmmm, ingin mencari makan. Laper nih dari siang tadi belom makan. Sama ingin istirahat dahulu, pegel dari barusan nyetir terus-terusan.” 

“Ayuk atuh, A’. Masuk dahulu, di dalam masih tetap ada makanan kok. Enjoy dahulu saja A’. Jika pegel-pegel, kita dapat juga mijitin kok.” tangannya langsung menggandengku serta tempelkan payudaranya ke lenganku sambil tersenyum nakal. 

Ah, kurasakan suatu yang kenyal menjepit lenganku. Saya menjadi menebak berapakah ukuran bra nya. Bah, konyol sekali ngapain juga nebak-nebak, pikirku. Nikmati saja kondisi ini. 

Seperti kerbau dicucuk hidungnya saya menurut. Waktu berjalan ke, mataku masih tetap sudah sempat melirik 3 orang lagi yang tengah duduk di teras. 

Gadis pertama berkulit sawo masak, tubuhnya langsing berusia seputar 20 an tahun, menggunakan kaus you can see berwarna putih serta di luarnya menggunakan baju bermotif kotak-kotak dengan kancing sisi atas dilewatkan terbuka. Dia menggunakan celana jeans pendek yang telah belel, alias banyak lubangnya. Mukanya sich biasa saja, tetapi kupikir senyumnya manis juga. 

Gadis yang ke-2 bertubuh agak chubby, rambutnya dia gelung ke atas menonjolkan nuansa tengkuknya yang putih itu. Menggunakan pakaian terusan bermotif batik dengan jenis babby doll. Kelihatannya umurnya seputar 28-30 tahun. Dia juga melemparkan senyuman kepadaku. 

Gadis yang ke-3, tubuhnya tidaklah terlalu gemuk akan tetapi padat berisi, menggunakan kaus tank top warna pink serta rok pendek bermotif bunga. Rambutnya sepunggung jenis shaggy dibiarkannya tergerai. Sudah sempat kulirik, ada benjolan kecil di dadanya, wah kelihatannya dia tidak menggunakan BH. Tubuhnya putih mulus tanpa cela, dengan benjolan yang hampir prima, seimbang dengan tubuhnya yang sintal itu. Mukanya manis tipikal orang Sunda. Bibirnya yang tipis juga mengobral senyuman kepadaku. 

Sampai didalam saya juga pilih menu ayam goreng dengan sambal serta lalapan. Saya makan dengan lahapnya, karena perutku sudah kelaparan semenjak siang tadi. Tuntas makan saya juga minum satu gelas teh hangat yang telah kupesan awal mulanya. 

Pada akhirnya dapat terbayar juga perasaan lapar yang telah melilitku semenjak siang tadi. Saat saya tengah nikmati kegiatan santaiku, si tante menawariku suatu, “Si Aa’ lelah? Kita juga sedia layanan pijit loh. Tinggal pilih saja sama siapa. Tuch, teteh miliki 3 anak buah yg siap melayani. Aa’ tinggal pilih saja.” tuturnya dengan suara manja. 

What? Seumur-umur saya tidak pernah dipijit terpenting oleh wanita yang belumlah saya kenal. Tetapi baiklah, apakah kelirunya coba, demikian pikirku. 


“Mmmm memang berapakah tarifnya? Mahal gak?” 


“Ah, si Aa’ bisaan. Tenang saja A’, yang terpenting mah Aa’ senang. Ini dapat mumpung lagi promosi.” jawab si teteh genit. 


“Promo? Kaya swalayan saja, pakai promosi semua. Ya telah, saya pilih satu ya. Bebas nih milihnya?” 


“Iya pilih saja tuch yang di luar. Jika yang kurus namanya Hana, jika yang agak gemuk namanya Rosma, nah jika yang satunya lagi namanya Santi, tetapi dia masih tetap baru serta belumlah demikian pengalaman.” tuturnya sekalian senyum-senyum nakal. 


Hmm, dari pertama saya telah demikian tertarik dengan gadis yang bernama Santi ini, dia mempunyai pembagian badan yang cocok, dan payudara yang aduhai. Usianya yang masih tetap belia makin mambuat ingin tahu orang yang memandangnya. Saya tidak sabar untuk rasakan pijitannya, ah tentu nyaman sekali saat tangan mungil nan halus itu memijit tubuhku. 

“Kalo begitu saya pilih si Santi, Teh.” jawabku mantab. 


Si teteh juga selekasnya memberikan kode pada Santi. Serta tak perlu menanti lama Santi sudah menggamit lenganku serta mengajakku ke salah satunya kamar yang ada. 

Kamar itu tidaklah terlalu besar dengan penerangan suatu lampu kecil yang memberi sensasi remang-remang. Di tengahnya terdapai dipan yang tertutup oleh kasur serta dilapis seprai. Disudut ruang ada meja serta bangku kecil yang didepannya bergantung suatu kaca. Menurutku kamar ini cukuplah bersih serta nyaman. Saat masuk ke dalamnya saya diterima oleh wangi aroma yang saya juga tidak paham tentu apakah itu. Tetapi aroma itu sudah membuatku santai serta nyaman. 

Saat saya masih tetap termangu lihat kondisi seputar, nada Santi yang lembut mengejutkanku. 

“Ayo atuh A’, menjadi pijit gak? Kok justru bengong di pintu saja?”
“Eh, iya ya… Oke… Oke…” saya juga selekasnya ambil tempat ditempat tidur.
“Bajunya di buka dahulu atuh A’. Waktu pijit masih tetap pakai pakaian demikian.” kata Santi dengan manja. 

Ya, tentunya. Begitu bodohnya saya, apakah yang akan dipijit bila saya masih tetap kenakan bajuku? Selekasnya saja kulepas baju serta kaos dalamku, lalu dengan tekun tanpa butuh diminta Santi ambil lantas menggantungkannya dibalik pintu yang sudah ia tutup awal mulanya.Narasi Seks 2018,Cerita Sex Dewasa,Narasi Mesum Paling baru,Narasi Dewasa Bugil,Tante Ngentot,Narasi Sex Toket Gede full bugil. 

“Punten A’, celana panjangnya dilepaskan juga atuh. Kelak Santi sulit mijitnya jika masih tetap pakai celana demikian.” 

Wow, saya kaget. Permasalahannya saya cuma memakai boxer dibalik celana panjangku. Masih tetap ada dikit perasaan risih untuk cuma kenakan boxer di muka gadis manis yang belumlah saya kenal ini. Akan tetapi waktu saya memandang muka manis nan sensual dan melirik dikit ke bawah lehernya dimana bergantung dua buah gundukan padat dan berisi itu, akal sehatku terkalahkan. Pada akhirnya kulepas juga celana panjangku dengan dibantu olehnya. 

Dia juga mulai memijit mudah mulai dari bawah kakiku. Dia mengendurkan otot-otot kakiku yag telah pegal karena mencapai pedal sepanjang hari. Dari kaki, dia berpindah ke leher lalu turun menuju punggung. Tanganku juga tidak lupa ia relaksasi. 

“Wah, si Aa’ ototnya pada kaku semua ya? Tentu pegel-pegel semua ya A’?” tanyanya lembut.
“Iya nih, habis nyetir sepanjang hari. Jadinya pada kaku semua.”
“Tenang saja A’, berikan sama Santi tentu semua akan beres.” jawabnya merayu. 

Dia lantas tuangkan dikit lotion di tangannya lantas dia oleskan ke punggung serta mulai mengurutnya. Ah, nyaman sekali rasa-rasanya saat tangan mungil nan halus itu mulai menyapu punggungku dari atas sampai hampir pada bokongku. Capek yang dari barusan pagi kurasakan seakan perlahan mulai pupus.

Tuntas dengan punggung, dia teruskan dengan kakiku. Dia mulai mengurut otot kaki sisi bawah. Dari telapak kaki dia mulai berjalan ke atas menuju paha. Saat mengurut pada pangkal pahaku, tidak tahu menyengaja ataukah tidak kadang-kadang dia menyentuh ke-2 bolaku. Saya juga dikit terperanjat, akan tetapi kelihatannya dia menanggapinya dengan biasa. 

“A’, mari coba balik tubuh, saya ingin mengurut leher serta sisi depan Aa’.” dia memintaku penuh kelembutan. 

Saya juga selekasnya menurutinya, kubalik badanku hingga saat ini dalam tempat berbaring. Dia mulai mengusapi badanku dengan lotion. Waktu itu baru kusadari jika dia begitu manis, dengan payudara yang bergoyang-goyang waktu dia menyeka badanku dengan lotion. 

Tidak diduga tanpa disangka dia duduk di atas perutku, serta mulai mengurut leherku. Bagiku berat tubuhnya bukan permasalahan, akan tetapi sensasi yang kurasakan itu lumayan meresahkanku, mengingat saya tidak pernah lakukan hal seperti ini dengan wanita lainnya. Tetapi saya cuma diam saja serta nikmati keadaaan ini. Mataku tidak terlepas dari dua buah bukit kembar yang sejak dari barusan bergoyang-goyang melawan, serta nampaknya dia mulai mengerti jika saya memperhatikannya. 

Bukannya risih akan tetapi dia justru ambil tanganku, mengurutnya, sekalian tempelkan punggung tanganku ke dadanya. Wow, kurasakan suatu yang masih tetap kenyal serta kencang disana, serta hal tersebut menyebabkan hormon testosteronku melejit. Kemaluanku yang dari barusan telah 1/2 menegang jadi full erection. Tuntas mengurut tangan kananku, dia juga meneruskan dengan tangan kiriku serta masih tetap lewat cara yang sama. 

Tanpa sadar tangan kananku mulai memegang-megang sekalian dikit meremas payudara yang masih tetap padat itu. 

“Ih, Aa’ nakal deh. Mengapa atuh A’? Senang ya?” jawabnya nakal.
“Aku gemes banget ngeliatnya. Masih tetap bagus banget ya? Bisa lihat gak? Saya ingin tahu nih.” tidak tahu setan manakah yang merasukiku sampai saya berani berkata demikian. 

Kelihatannya urat maluku telah putus. Tanpa kuduga, dia juga selekasnya melepas tank top-nya, hingga kesempatan ini kulihat dengan jelas dua bukit kembar itu tergantung dekat sekali dengan wajahku. Tanganku juga selekasnya menangkapnya, bermain-main, dan memilin-milin lembut puting yang masih tetap termasuk kecil itu. Perlahan-lahan akan tetapi tentu puting kecil yang berwarna coklat kehitaman itu juga mengeras, serta payudara yang masih tetap ranum itu mulai mengencang. 

Santi mulai resah, mukanya mulai memerah. Tanpanya sadari, dia makin berubah mengarah bawah dari tubuhku. Dia terperanjat saat pantatnya menyenggol suatu yang telah mengeras dari barusan. Lantas kurengkuh dia ke pelukanku, kudaratkan ciuman di bibirnya yang lembut itu. Lidahku mulai menyapu bibirnya serta memaksa masuk ke mulutnya. Didalam mulutnya telah menanti lidahnya yang rupanya telah siap bertanding dengan lidahku. Kami juga sama-sama memagut keduanya. Tanganku selalu bergerilya serta mulai turunkan rok pendeknya sampai sekarang dia cuma kenakan celana dalam saja. 


Ingin Taruhan Bola di Agen Bandar Bola Terpercaya , Klik Gambar Dibawah ini !!!

Dari mulut saya berjalan menuju lehernya yang tahap, lidahku berjalan dengan liarnya menelusuri kulitnya yang putih itu. Sampai di ke-2 payudaranya, saya lebih gemas dibuatnya, kuciumi mereka bergantian keduanya. Lantas puting kecil yang telah mengeras itu juga terbenam didalam mulutku. Lidahku tidak henti-hentinya mempermainkan mereka. Kulihat Santi mulai tidak dapat mengatur dianya, dia menengadah sekalian pejamkan matanya, sesaat pinggulnya bergerak-gerak menggesek kemaluanku. 

Kami juga selekasnya bertukar tempat, dia kubaringkan di kasur serta selekasnya saja kulepas celana dalamnya yang telah mulai basah itu. Hmm, ada aroma ciri khas yang tidak pernah kucium sampai kini. Santi juga buka ke-2 pahanya, serta tampaklah suatu belahan merah dengan bibir yang masih tetap cukuplah rapat berkilauan karena dihiasi oleh cairan pelumas. Rambut kemaluannya yang baru mulai berkembang sesudah dicukur itu makin membuat gairahku bergelora. 

Perlahan-lahan kujilati di luar ke, sekalian kadang-kadang memberi gigitan kecil di luarnya. Karena ulahku itu kadang dia dikit mengeluh akan tetapi terhambat. Kusibakkan bibir itu dengan lidahku serta kurasakan ada benjolan kecil di atasnya. Kuhisap dalam-dalam serta kumainkan dengan lidahku, sesaat jariku mulai menyelusup ke celah yang telah basah serta hangat. Jariku mulai leluasa berjalan keluar masuk karena liang itu telah licin oleh cairan pelumas. Saat jariku makin cepat serta lidahku makin liar, Santi juga mulai menegang serta resah. Hingga kemudian dia menjerit dengan dikit terhambat, 

“Akhhhhhh… A’… Ayuk terus… Santi sesaat lagi sampai… Ahhhh…” 

Dengar permintaannya, saya juga makin menggila, dan dia menggelinjang. Tangannya menarik rambutku, sesaat pahanya menjepit kepalaku, serta kurasakan denyut-denyut di jariku yang ada didalam sana. Kesempatan ini teriakannya tidak terhambat, 

”Aaaakkkhhhh…. Ouuuuch….. Hufffhh… Aa’nakal……” 


Kurasakan seperti cairan bening serta hangat mengalir ditanganku yang datang dari jariku yang ada didalam sana. Badan Santi mulai melemas dengan nafas yang terengah-engah. Kusodorkan jari-jemariku yang masih tetap basah ke mulutnya. Dengan langsung dia juga menjilati jariku. Hal seperti ini membuat kemaluanku makin keras saja. Saya juga selekasnya melepas celana boxerku, serta menyodorkan batangku yang telah demikian keras ke mulutnya.Narasi Seks 2018,Cerita Sex Dewasa,Narasi Mesum Paling baru,Narasi Dewasa Bugil,Tante Ngentot,Narasi Sex Toket Gede full bugil. 

Santi juga tanggap serta selekasnya mengulum kemaluanku. Mulutnya yang mungil itu tampak penuh oleh batangku yang memang termasuk diatas rata-rata. Awalnya saya kasihan memandangnya, akan tetapi kelihatannya dia justru menikmatinya serta hal tersebut mulai menghidupkan kembali keinginan birahinya. Dengan automatis saya juga menggoyangkan pinggulku sesuaikan dengan irama yang dia bikin. Betul-betul mengagumkan sensasi yang kurasakan, membuatku seperti melayang-layang. Kata si Teteh dia belumlah memiliki pengalaman, tetapi telah semacam ini laganya. 

“A’, mari buruan masukin, Santi telah gak tahan lagi nih.” tuturnya memelas. 


Lantas kucabut penisku dari mulutnya serta perlahan-lahan kugesekkan ke permukaan bibirnya yang sudah basah dari barusan. Dia dikit mengejang saat permukaan bibir licin nan peka itu berjumpa dengan kepala penisku. Pada akhirnya sesudah kurasa cukuplah licin, kumasukkan kemaluanku ke liangnya dengan perlahan-lahan. Awalannya dia melenguh, akan tetapi sesudah seringkali kugerakkan nampaknya dia telah bisa mulai sesuaikan. Rasa-rasanya mengagumkan saat penisku ada didalam dianya, masih tetap demikian ketat serta menggigit. Denyut-denyut pada dinding vaginanya begitu dapat kurasakan. 

Gerakanku makin lama makin cepat, serta Santi juga makin resah kembali. Dia mulai meremas pinggulku serta menarik-narik rambutku. Tubuhnya menegang serta menggelinjang lagi. Denyut-denyut didalam sana makin kuat merasa serta tidak diduga gerakanku merasa begitu licin. Kulihat sangat banyak cairan bening yang melumuri batangku. Badan Santi kembali melemas serta lunglai. Saya juga mulai kurangi kecepatan gerakanku. Kucium keningnya, bibirnya, lehernya, serta kulumat habis ke-2 putingnya. 

“A’, saat ini gantian dong Santi yang diatas.” dia memohon. 

Rupanya dia telah mulai terangsang lagi oleh cumbuanku. 

“Oke, siapa takut?” jawabku sekalian nyengir. 

Kami juga selekasnya bertukar tempat, kali inilah ada di atasku. Dia juga mulai ambil tempat berjongkok diatas perutku. Dengan perlahan-lahan batangku telah masuk di dalamnya. Santi mulai berjalan naik turun, serta kadang-kadang menjepit batangku di dalamnya. Pergerakan itu membuatku makin hilang ingatan. Sensasi yang dibuat benar-benar mengagumkan. 

Gerakannya makin lama makin cepat serta membuat dorongan dari dalam diriku mulai muncul ke permukaan. Santi juga seperti tengah trance, kadang dia meremas payudaranya sendiri, bahkan juga menarik-narik serta memilin putingnya. Teriakannya kesempatan ini lebih ramai lagi, 

“Ahh..ahh..ahh… Aduh enak sekali, A’. Miliki Aa’ gede banget, nikmat banget berada di dalam. Owh… Santi ingin keluar lagi….Ufhhh…” 

Tubuhnya menegang serta menggelinjang lagi untuk yang ke-3 kalinya. Kemudian dia juga ambruk diatas dadaku dengan nafas yang terengah-engah. Keinginan birahiku yang telah makin tinggi serta akan selekasnya meledak seakan memberi kemampuan yang mengagumkan. Selekasnya kubaringkan Santi, serta kesempatan ini langsung ku goyang dengan sekuat tenaga. Dia cuma dapat pasrah sekalian selalu mendesah, 

“Ahh..ahh..ahh… Mari A’ keluarin di dalam aja… Santi telah gak tahan…” 


Pada akhirnya dorongan itu keluar dibarengi dengan semburan lava putih kental didalam vaginanya. Semua ototku seperti berkelojotan melepas semua keinginan itu. Cairan putih itu mengalir melalui celah merah yang merekah itu serta beberapa jatuh ke kasur. perkiraan togel click disini 

Saya juga selekasnya ambil tempat disisinya, kupeluk erat dianya. Santi juga seakan tidak ingin saya tinggalkan, dia memelukku erat-erat. Kami juga berciuman dengan lembut di bibir. Serta kami mulai terlelap sesudah capek oleh pertarungan yang kuras tenaga itu.